Back to homepage

Inovasi Layanan



DUKCAPIL CERIA DIGITAL

Dukcapil Ceria Digital merupakan salah satu inovasi yang dilakukan Disdukcapil Kabupaten Padang Pariaman pada akhir tahun 2019. Inovasi ini memungkinkan masyarakat di Kabupaten Padang Pariaman untuk melakukan perubahan segala bentuk dokumen kependudukan cukup dari rumah masing-masing, dengan menggunakan smartphone. Aplikasi dari inovasi ini diberi nama Dukcapil Ceria Mobile,  yang bisa di download di google playstore, atau dengan membuka web browser

https://siak.padangpariamankab.go.id/androids/.

Selain untuk mengurus segala bentuk dokumen kependudukan mulai dari pengurusan Kartu Keluarga, Akta Kelahiran, Akta Kematian, KTP, KIA,  dan Surat Pindah, aplikasi ini juga menyediakan menu tamasya (tampek mangadu masyarakat) untuk layanan pengaduan, cek jumlah blangko KTP-el yang tersedia, persyaratan pengurusan masing-masing dokumen kependudukan, Biodata dalam satu Kartu Keluarga, History Pelayanan,

Cukup download satu aplikasi semua informasi sudah bisa diakses sekaligus.

 


SI PAKEM

(Sistem Pelaporan dan Pencatatan Kelahiran dan Kematian)

Si Pakem muncul sebagai jawaban atas ketidakakuratan data tentang pelaporan dan pencatatan terhadap kelahiran dan kematian yang terjadi. Juga menjawab terhadap permasalahan-permasalahan antara lain:

  1. 1. Persentase pelaporan kelahiran dan kematian yang masih rendah;
  2. 2. Masyarakat mengurus dokumen saat dibutuhkan saja, misalnya kebutuhan asuransi dan BPJS;
  3. 3. Masyarakat belum mempersiapkan nama anak saat melahirkan;
  4. 4. Fasilitas pelaporan yang belum tersedia secara elektronik

Diinisiasi Tahun 2018, dimulai akhir tahun 2018, sampai saat ini terus dilakukan pengembangan aplikasi termasuk fitur-fitur yang disesuaikan dengan kebutuhan dalam pelayanan dan pengambilan kebijakan. Sebelumnya pelaporan kelahiran dan kematian dilakukan oleh masyarakat/bidan/petugas di Nagari/desa secara manual ke Disdukcapil, sekarang pelaporan bisa dilakukan secara digital serta hasil layanan langsung terintegrasi. Pihak yang terlibat adalah Dinas Dukcapil dan Dinas Kesehatan berkolaborasi dan memberdayakan potensi untuk menghasilkan data skala kabupaten/kota yang bermanfaat terutama untuk kedua OPD untuk pengambilan kebijakan dibidang kesehatan dan kependudukan.

Guna mendukung pelaksanaan SIPAKEM, telah dilaksanakan Bimtek secara bertahap untuk pengelola KIA Puskesmas, 258 orang Bidan, serta 103 orang petugas di nagari (desa). 

 


NAGARI GO DIGITAL

Latar Belakang

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi memberi kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses informasi serta membawa dampak terhadap penyelenggaraan Pemerintahan pada semua tingkatan

Permasalahan

Pelayanan pemerintahan Nagari belum disentuh oleh layanan berbasis teknologi informasi dan komunikasi, serta belum terkoneksi dengan database kependudukan.

103 Kantor Nagari tersebar pada wilayah Kabupaten Padang Pariaman memiliki akses yang berbeda karena dipengaruhi oleh kondisi geografis serta ketersediaan sarana transportasi. Hal ini mempengaruhi terhadap pelayanan Pemerintahan Nagari yang berkaitan dengan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil, yang harus berurusan ke Kantor Dinas Dukcapil di wilayah Pariaman

Kegiatan

  1. 1. Membangun aplikasi Nagari go Digital
  2. 2. Mendorong Pemerintah Nagari untuk menyiapkan sarana dan prasarana untuk mendukung layanan Nagari go Digital
  3. 3. Melatih perangkat Nagari (Sekretaris Nagari dan Kasi Pelayanan/Kasi Pemerintahan) untuk pengelolaan aplikasi Nagari go Digital
  4. 4. Melakukan validasi dan akurasi data kependudukan Nagari untuk mendukung pelayanan Nagari go Digital

Tujuan

  1. 1. Meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan Nagari dengan dukungan layanan digital
  2. 2. Menciptakan koneksivitas data antara Dukcapil serta OPD terkait dengan Pemerintahan Nagari
  3. 3. Meningkatkan efektivitas dan kemanfaatan bagi publik

Manfaat

  1. 1. Pemerintah Nagari serta masyarakat bisa menikmati layanan tanpa harus datang ke Kantor Dinas Dukcapil maupun Kantor OPD terkait lainnya.
  2. 2. Terjadi penghematan biaya

Hasil Inovasi : Terciptanya inovasi dalam bentuk koneksivitas layanan Nagari dengan Dinas Dukcapil, sehingga pelayanan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil bisa diselesaikan di Kantor Nagari.

 

 

GERAI DUKCAPIL

Kabupaten Padang Pariaman memiliki luas wilayah 1.329 km², terdiri dari 103 nagari, 17 kecamatan. Keadaan wilayah dengan topografi yang beragam membuat masyarakat kesulitan dalam mengurus dokumen kependudukannya. Masyarakat dari wilayah terjauh dengan jarak tempuh +-75km dan kondisi

jalanan yang terjal, membutuhkan waktu lebih lama untuk sampai ke kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Padang Pariaman di Pariaman.

Program ini adalah program pelayanan dengan membuka gerai (tempat pelayanan skala kecil/3 loket) yang melayani 4 kecamatan yang jauh dari pusat kota/pusat pelayanan. Pelayanan tetap online dengan standar yang sama.

Hal ini untuk memudahkan masyarakat dari segi biaya transportasi dan waktu yang dibutuhkan karena jauhnya pusat pelayanan.

Program ini akhirnya menjadi penting dan bermanfaat sehingga tahun 2019 akan ditambah gerai-gerai Dukcapil yang lain yang dapat membantu masyarakat di wilayah yang jauh. Semua proses pengiriman yang dilakukan di gerai adalah melalui PT Pos yang dibiayai oleh APBD.

Adapun manfaat dengan dibangunnya Gerai Dukcapil antara lain :

  1. Meningkatnya masyarakat yang melakukan pengurusan dokumen kependudukan.
  2. Meningkatnya penerbitan dokumen kependudukan

Selain menghemat waktu dan biaya, dengan adanya unit layanan ini juga memperpendek birokrasi bagi masyarakat dalam hal pengurusan dokumen kependudukan.

Jadi masyarakat tidak perlu lagi untuk mendatangi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Padang Pariaman yang berjarak cukup jauh dari wilayah 4 (empat) kecamatan tersebut.

Untuk tahun 2020, direncanakan untuk membuka Gerai Dukcapil di Nagari Kasang Kecamatan Batang Anai.


ALPA BETA

(Anak Lahir Pulang Bersama Akta)

Tahun 2017 sekitar 29,58% anak usia 0-18 tahun belum memiliki akta kelahiran atau dengan kata lain sekitar 71,42% telah memiliki akta kelahiran, hal tersebut bisa terjadi karena jarak tempuh yang jauh dan kurangnya kesadaran ibu muda dalam mengurus akta kelahiran anaknya.

Tujuan dari Inovasi ALPABETA adalah untuk memudahkan masyarakat dalam pengurusan akta kelahiran anaknya yang secara tidak langsung dapat meningkatkan kepemilikan akta kelahiran usia 0-18 tahun khususnya anak yang baru lahir (bayi) di rumah sakit, maka Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Padang Pariaman bekerjasama dengan penolong kelahiran (bidan, rumah sakit, puskesmas) dalam penyampaian informasi kelahiran dan pengumpulan dokumen pengurusan.

Dengan demikian anak yang lahir akan pulang bersama akta kelahiran dan Kartu keluarga (KK) dengan penambahan anggota keluarga baru. inovasi ini didukung oleh AJEK  dalam antar-jemput dokumen pendukungnya serta aplikasi back office ALPABETA.

Pada tahun 2018, Dinas Dukcapil telah meresmikan gerai alpa beta di 2 rumah sakit yaitu RSUD Pariaman di Kota Pariaman, dan RSUD Padang Pariaman di Parit Malintang. Selain intu ALPABETA juga melayani puskesmas-puskesmas.

Sedangkan manfaat dari inovasi ini adalah memudahkan masyarakat dalam pengurusan akta kelahiran anaknya yang baru lahir (bayi) tanpa harus datang langsung.

Hasil inovasi ini yaitu meningkatkan kepemilikan akta kelahiran tepat waktu.

Gerai ALPABETA di RSUD Padang Pariaman

Gerai ALPABETA di RSUD Sumatera Barat di Pariaman

 

 

 


KADOKU KTP - EL

Latar Belakang

Pada Tahun 2017, jumlah penduduk kab. padang pariaman sebanyak 464.560 jiwa. dimana 10,52% diantaranya merupakan penduduk usia 15-19 tahun. penduduk usia dibawah 17 tahun merupakan penyumbang terbesar dalam total penduduk wajib KTP.

Permasalahan

Penduduk usia dibawah 17 tahun atau wajib ktp-el pemula merupakan penduduk usia sekolah. hal ini akan menyulitkan yang bersangkutan untuk datang perekaman ke kantor dukcapil atau kantor camat setempat. hal ini menjadi acuan dinas kependudukan dan pencatatan sipil kabupaten padang pariaman untuk mengurangi penambahan penduduk wajib ktp melalui program kadoku ktp-el yang menyasar siswa SMA/SMK.

Tujuan

  1. 1. Meningkatkan kepemilikan ktp-el
  2. 2. Menjangkau wajib ktp-el pemula

APLIKASI KADOKU KTP-EL          CHASING KADOKU KTP_EL           

Manfaat

Kadoku ktp-el dimulai dengan melakukan perekaman data  ktp-el ke sma di kab. padang pariaman secara bertahap. perekaman dilakukan pada anak usia menjelang wajib ktp atau usia 16 tahun keatas. jika anak tersebut sudah berusia 17 tahun maka akan di cetak-an ktp-el tepat saat ulangtahunnya. ktp-el tersebut dikirimkan ke sekolah yang bersangkutan per-hari ulang tahun. kegiatan ini dapat meningkatkan kepemilikan ktp-el untuk wajib ktp-el pemula.

Hasil inovasi: wajib ktp-el pemula mendapatkan ktp-el melalui inovasi kadoku ktp-el

 

Piagam dan KTP pada Program Inovasi Kadoku KTP EL

 

 

 

 


DUKCAPIL WEEKEND SERVICE

Latar Belakang

Profesi masyarakat beragam, mulai dari pedagang, petani, pekerja kantoran, PNS dan lainnya. sedangkan waktu pelayanan biasanya dilakukan pada jam kerja, yaitu senin-jumat jam 16.00.

Permasalahan

Beberapa masyarakat yang tidak bisa datang pengurusan pada jam kerja karena waktunya berpapasan dengan pekerjaan, atau alasan lainnya.

Tujuan

  1. 1. Memberikan pelayanan prima
  2. 2. Memberikan alternatif waktu pelayanan bagi masyarakat yang tidak bisa datang di jam kerja

Manfaat

Weekend service merupakan pelayanan yang dibuka pada akhir pekan hari sabtu. Inovasi ini menyasar masyarakat yang tidak dapat melakukan pengurusan dokumen kependudukan dan pencatatan sipil di hari kerja. Skema pelayanan sama dengan hari kerja namun dengan  sumber daya yang lebih sedikit namun cukup untuk melayani masyarakat yang datang.


TAMASYA

 

(Tampek Mangadu Masyarakat)

Latar Belakang

Minangkabau khususnya Padang Pariaman terkenal akan masyarakatnya yang sering merantau. Hampir pada setiap pelosok negeri dapat ditemukan perantau dari Minangkabau. beberapa dari perantau tersebut memutuskan untuk kembali ke kampung halaman karena beberapa keadaan, salah satunya karena alasan ekonomi.

Permasalahan

Kebanyakan dari perantau yang pulang kampung tidak mengurus dokumen kepindahannya secara resmi. Masalah yang ditimbulkan tentunya masyarakat tersebut tidak dapat membuat dokumen kependudukan dan pencatatan sipil di kampung halaman karena data yang bersangkutan masih ada di perantauan. Jika masyarakat tersebut harus mengurus ulang perpindahannya secara resmi, bisa dikatakan tidak mungkin karena membutuhkan biaya yang cukup besar. Selain persoalan tersebut, ada beberapa masalah yang dialami oleh masyarakat Padang Pariaman yang tidak merantau namun belum memiliki kesempatan untuk datang secara langsung untuk memasukan pengaduan.

Tujuan

  1. 1. Menyediakan media pengaduan yang mudah diakses masyarakat
  2. 2. Meningkatkan kualitas pelayanan public

Manfaat

Pada awal pembentukan layanan pengaduan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Padang Pariaman menyediakan layanan pengaduan manual dengan media  telepon, whatapss, SMS dan datang langsung ke kantor. Selanjutnya di buatlah tamasya (tampek mangadu masyarakat) sebagai pengembangan pelayanan berbasis android, disini masyarakat dapat menyampaikan semua keluhannya yang nantinya akan ditindaklanjuti oleh petugas sesuai dengan pengaduaan yang disampaikan. status pengaduan dapat dilihat secara langsung di aplikasi tersebut. Inovasi ini dapat memudahkan masyarakat dalam pengajuan pengaduan tanpa harus datang secara langsung yang berakibat pada meningkatnya kualitas pelayanan public.

Hasil Inovasi : Aplikasi Tamasya ( pengaduan masyarakat ) berbasis android yang terdapat dalam aplikasi dukcapilceria mobile dapat di download di playstore.

                                             

     

 

 

            

 

 

 


PRISMA DUKCAPIL

(Pusat Riset Statistik Dan Manajemen Data Kependudukan Dan Pencatatan Sipil)

Latar Belakang

Sejak tahun 2010 telah dimulainya penggunaan server sebagai media penyimpanan data kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Padang Pariaman. Dengan  adanya server ini akan memudahkan dalam perekapan data kependudukan. selain itu, inovasi yang dilakukan oleh dinas kependudukan dan pencatatan sipil kab. padang pariaman telah mengarah ke teknologi informasi. sebagian pengaksesan media informasi telah memanfaatkan teknologi informasi berbasis database.

Permasalahan

Data yang telah terkomputerisasi tersebut bisa dilihat secara online namun belum ada ruangan khusus untuk display semua informasi elektronik tersebut. sehingga opd lain belum bisa memanfaatkan data kependudukan dan pencatatan sipil secara optimal.

Tujuan

  1. 1. Menyediakan ruangan display informasi data berbasis teknologi
  2. 2. Menyediakan ruangan pengolahan data kependudukan dan pencatatan sipil

Manfaat

OPD yang ingin mengetahui data kependudukan dan pencatatan sipil yang  up to date yang telah di kemas menjadi tampilan yang lebih menarik melalui display canggih prisma sehingga bisa dilihat secara langsung di ruangan ini. hal ini dapat menjadi dasar bagi opd yang bersinggungan langsung dengan data kependudukan dalam mengambil keputusan yang lebih akurat terkait kinerjanya. selain itu, semua inovasi berbasis teknologi yang dimiliki dinas kependudukan dan pencatatan sipil kab. padang pariaman dapat di tampilkan disini.

 

Hasil Inovasi : Terbentuknya ruangan prisma berbasis teknologi yang bisa menampilkan lebih dari satu sumber data informasi dalam satu waktu.

 


PEDANG SABER

(Petugas Datang Semua Administrasi Beres)

Program  Inovasi Pedang Saber adalah bentuk pelayanan keliling/jemput bola yang dilaksanakan di nagari-nagari yang bertujuan untuk memberi kemudahan kepada masyarakat dalam memanfaatkan layanan pemerintah.
Pelayanan ini dekat dengan masyarakat dan akan mengurangi biaya transportasi mayarakat, hemat waktu dan  cepat.
Program ini adalah pelayanan LANGSUNG JADI DITEMPAT untuk semua dokumen kependudukan, didukung oleh jaringan internet mobile maupun jaringan internet dari Dinas Kominfo Kabupaten Padang Pariaman.

Latar Belakang:

Kabupaten Padang Pariaman memiliki luas wilayah 1.329 km², terdiri dari 103 nagari, 17 kecamatan. keadaan wilayah dengan topografi yang beragam membuat masyarakat kesulitan dalam mengurus dokumen kependudukan dan pencatatan sipilnya.

Permasalahan:

Masyarakat dari wilayah terjauh dengan jarak tempuh +-75km dan kondisi jalanan yang terjal, membutuhkan waktu lebih lama untuk sampai ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab.Padang Pariaman di Pariaman.

Tujuan

  1. 1. Meningkatkan kepemilikan dokumen kependudukan dan pencatatan sipil.
  2. 2. Menjangkau masyarakat nagari dalam pelayanan

Manfaat

Pedang Saber (Petugas Datang Semua Administrasi Beres) merupakan pelayanan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil , dimana petugas datang ke nagari-nagari untuk melakukan pelayanan guna mendapatkan dokumen kependudukan dan pencatatan sipil . jika tidak ada kendala, pada saat petugas datang semua kebutuhkan administrasi masyarakat selesai pada hari itu juga.

Hasil inovasi : pelayanan publik dalam meningkatkan kepemilikan dokumen kependudukan dan pencatatan sipil melalui inovasi pedang saber.

 


MIKI MOS

 ( Mitra Kiriman Melalui Pos)

Program ini adalah program yang ditujukan untuk memudahkan urusan masyarakat dengan mengirimkan dokumen kependudukannya langsung ke rumah dan keluar daerah sebagaimana yang diminta masyarakat.

Disamping karena masyarakat tidak ingin berlama-lama berurusan di dinas karena keperluan lain, program ini juga dibutuhkan disaat kepala dinas tidak berada ditempat, sehingga pelayanan yang membutuhkan tanda tangan basah tidak bisa diambil langsung oleh masyarakat, misalnya disaat  kepala dinas keluar daerah.

Telah berlangsung sejak Tahun 2015 (sebagaimana gambar), dengan rata-rata pengiriman per-tahun mencapai 15.000 alamat yang dibiayai oleh pemerintah melalui APBD.


AJEK

( Antar Jemput Dokumen Kependudukan)

Latar Belakang

Beragamnya kondisi wilayah kerja Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Padang Pariaman menyebabkan kesulitannya masyarakat dalam pengurusan dokumen kependudukan dan pencatatan sipil. hal ini dibutuhkan perhatian khusus dari dukcapil untuk menjangkau masyarakat dengan kondisi tersebut melalui inovasi yang dilakukan.

Permasalahan

Inovasi yang dilakukan di dinas kependudukan dan pencatatan sipil kab. padang pariaman membutuhkan transportasi penunjang. seperti penjemputan dokumen terkait pengurusan akta kelahiran inovasi ALPABETA, dan lainnya.

Tujuan

  1. 1. Tersedianya transportasi untuk mendukung layanan
  2. 2. Meningkatkan kepemilikan dokumen kependudukan dan pencatatan sipil

Manfaat

Meningkatnya kepemilikan dokumen kependudukan dengan antar jemput dokumen kependudukan (ajek) sebagai program penunjang transportasi inovasi di dinas kependudukan dan pencatatan sipil.

Hasil Inovasi

Tersedianya petugas dan alat transportasi roda dua sebagai layanan antar jemput dokumen kepedudukan dan pencatatan sipil pendukung inovasi.

Kendaraan Pendukung AJEK

 


SATRIA

(Pesan Antrian Anda)

Aplikasi ini adalah berbasis SMS yang dimodifikasi menjadi berbasis android. Aplikasi ini digunakan bagi masyarakat yang ingin mengantri pelayanan melalui SMS/android. Terkoneksi ke database pelayanan, masyarakat dapat langsung memesan antrian melalui aplikasi ini. Selanjutnya aplikasi secara otomatis akan memberitahukan jadwal masyarakat untuk datang ke dinas, mulai dari jam dan hari yang ditentukan. Aplikasi dapat membantu mengurai pelayanan yang mengantri melalui manual. Namun antrian elektronik manual tetap diberikan karena menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

Latar belakang

KTP EL merupakan dokumen penting yang wajib dimiliki oleh masyarakat Wajib KTP. Untuk mendapatkannya masyarakat yang sudah memiliki surat keterangan perekaman dipersilakan datang ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. rata-rata cetak KTP EL di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab. Padang Pariaman kurang lebih sebanyak 300 keping perhari.

Permasalahan:

Antrian diberikan kepada masyarakat yang datang untuk pelayanan. hal ini menyebabkan menumpuknya masyarakat yang menunggu untuk dilayani.

Tujuan

  1. 1. Memberikan pelayanan prima
  2. 2. Memberikan masyarakat alternatif antrian pelayanan khusus cetak KTP-El

Manfaat

Satria (peSan AnTRIan Anda) merupakan inovasi dukcapil dalam memberikan layanan pengambilan antrian cetak KTP EL berbasis android dan sms. masyarakat akan diberikan balasan berupa sms yang berisi informasi tanggal, jam untuk dilayani, antrian, dan loket yang melayani. layanan ini hanya bisa di manfaatkan bagi masyarakat yang sudah memiliki surat keterangan perekaman. Inovasi ini bisa menjadi salah satu solusi untuk mengurangi penumpukan masyarakat di ruang tunggu. hal ini juga akan memberikan kenyamanan bagi masyarakat dalam proses pengurusan yang memberi efek positif pada komitmen dukcapil dalam memberikan pelayanan prima

Hasil inovasi : antrian pelayanan berbasis android dan sms.


BUPAPRI

(Buku Panduan Perilaku)

Latar Belakang

Kualitas sdm berpengaruh kepada kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. standar kualitas tersebut harus di tuangkan kedalam informasi yang dapat dikses dan dipelajari dengan mudah.

Permasalahan

Sebelumnya sudah dilakukan peningkatan kualitas sdm melalui training, namun belum ada penjelasan secara tertulis terkait standar perilaku untuk pelayanan.

Tujuan

  1. 1. Meningkatkan pelayanan publik yang prima
  2. 2. Menjaga komitmen bersama terkait standar perilaku

Manfaat

Sebagai komitmen bersama terkait peningkatan kualitas pelayanan publik, maka dukcapil padang pariaman menerbitkan buku standar perilaku. dimana isi dari buku tersebut di dapatkan dari hasil diskusi yang dilakukan oleh semua sdm yang ada di dinas kependudukan dan pencatatan sipil. hasil diskusi tersebut di tuangkan dalam bupapri. selain itu, di dalam bupapri tersebut juga ada lembar penilaian kinerja masing-masing petugas. satu buku untuk satu petugas. setiap bulannya bukunya akan di kumpulkan  kepada penanggung jawab masing-masing untuk di berikan penilaian bisa berupa teguran, apresiasi dan lainnya. hal ini diharapkan dapat memberikan efek positif pada perbaikan pelayanan publik.

Hasil Inovasi: BUku PAnduan PRIlaku (BU PAPRI)

SEMEN PADANG PAK YAN

(Sekali Menikah Dapat Segudang Paket Layanan)

Latar Belakang:

Pasutri yang baru menikah akan melakukan pengurusan dokumen kependudukan berupa KK dan KTP EL untuk perubahan status.

Permasalahan:

Tidak semua Pasutri tersebut langsung melakukan pengurusan dokumen tersebut.

Tujuan:

  1. Meningkatkan kepemilikan dokumen kependudukan
  2. Meningkatkan akurasi kepemilikan dokumen kependudukan

Manfaat:

Semen Padang PakYan bekerjasama dengan PANTER (Pelayanan Administrasi Nikah Terintegrasi) dari Kemenag. Program ini akan mendatangi pasutri di hari pernikahannya dengan memberikan surat nikah kedua mempelai, 3 KK (2 KK orang tua lama, 1 KK baru), dan 2 KTP.

Hasil inovasi:

Masyarakat baru menikah mendapatkan paket layanan Semen Padang Pak-Yan


ADIK

(Anjungan Data Informasi Kependudukan)

Latar Belakang:

Sebagian masyarakat yang datang pelayanan ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Padang Pariaman  untuk melakukan pengurusan dokumen kependudukan dan pencatatan sipil belum mengetahui persyaratan layanannya, ingin memberikan penilaian terhadap pelayanan atau melihat biodata kependudukan.

Permasalahan:

Informasi yang diberikan kepada masyarakat telah dilakukan secara elektronik melalui media sosial dan informasi berbasis digital lainnya, namun tidak semua masyarakat memiliki dan bisa menggunakannya.

Tujuan:

Menyediakan Media Informasi yang mudah diakses di IKK dan di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Padang Pariaman

Manfaat:

Anjungan Data Informasi Kependudukan disediakan di dua tempat yakni di Kantor Bupati Padang Pariaman dan Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. ADIK di tampilkan dalam media informasi berupa Anjungan seperti mesin ATM. Ada 5 Menu yang ditampilkan, diantaranya:

  1. 1. IKM (Indeks Kepuasan Masyarakat)

Masyarakat dapat memberikan penilaian terhadap pelayanan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Padang Pariaman dengan indeks Sangat Puas, Puas, atau Tidak Puas.

  1. 2. Persyaratan

Masyarakat dapat melihat persyaratan yang harus disiapkan untuk melakukan pengurusan dokumen kependudukan dan pencatatan sipil.

  1. 3. Cek KTP-el

Masyarakat dapat mengecek status Cetak KTP-el setelah perekaman melalui menu ini dengan masukan NIK dan Nama Ibu Kandung sebagai Inputan.

  1. 4. Biodata

Masyarakat dapat melakukan pengecekan biodata pribadi melalui menu ini, dengan memasukan NIK dan Nama Ibu Kandung sebagai Inputan.

  1. 5. Kartu Keluarga

Masyarakat dapat melakukan cek data keluarga di dalam KK dengan Inputan berupa Nomor KK dan Nama Kepala Keluarga

Dengan adanya ADIK tentunya mempermudah masyarakat dalam mengetahui informasi terkait pelayanan secara lebih mudah.

Hasil inovasi:

Media ADIK di Kantor Bupati Padang Pariaman dan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Padang Pariaman.


SI BIMO

(Bisa Melayani On The Spot)

Latar belakang:

Kabupaten Padang Pariaman memiliki 103 nagari, 17 kecamatan, dengan kondisi wilayah yang beragam.

Permasalahan:

Hal ini mempengaruhi kepemilikan dokumen kependudukan dan pencatatan sipil, dimana masyarakat dari wilayah tertentu akan kesulitan untuk mendatangi kantor dukcapil dalam pengurusan dokumen. untuk mengatasi hal tersebut, dinas kependudukan dan pencatatan sipil menyediakan kendaraan khusus pelayanan guna memperluas jangkauan pelayanan bagi masyarakat.

Tujuan:

  1. 1. Meningkatkan kepemilikan dokumen kependudukan dan pencatatan sipil
  2. 2.. Menyediakan layanan on the spot

Manfaat:

Si-Bimo di sediakan untuk mempermudah masyarakat dalam mengurus dokumen kependudukan dan pencatatan sipil on-the spot. si-bimo akan mendatangi nagari atau lokasi tertentu untuk melakukan pelayanan. masyarakat dapat merasakan manfaat dari semua dokumen kependudukan dan dan pencatatan sipil. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil menyediakan petugas dan kendaraan khusus yang akan turun kelapangan setiap hari.

Hasil inovasi:

Layanan si-Bimo

Sarana dan Prasaran Si Bimo

LAMAN CERIA

( Layanan Mandiri Ceria )

 

Latar belakang

Setiap pelayanan membutuhkan berkas pendukung yang berbeda sesuai dengan kebutuhannya.

Permasalahan

Beberapa masyarakat membawa berkas pendukung yang tidak lengkap. padahal berkas tersebut merupakan informasi penting dalam pengurusan dokumen. jika meminta masyarakat untuk menjeput terlebih dahulu berkas tersebut, maka akan menghabiskan lebih banyak waktu, tenaga, dan uang.

Tujuan

Menyediakan fasilitas penunjang layanan yang dapat di manfaatkan oleh masyarakat

Manfaat

Masyarakat dapat memanfaatkan  corner  laman ceria sebagai fasilitas berbasis internet. fasilitas tersebut bisa digunakan untuk membuka email, whatsapp, cek-ktp online, website dukcapil atau media informasi lainnya untuk mendapatkan informasi dan 'kelengkapan dokumen pelayanan. jika ada data yang ingin di cetak setelah di download, maka dapat menghubungi petugas

Hasil inovasi : corner laman ceria

   

 

 

 

 


LAYANAN KACAMATA BACA

 

Latar belakang

Beragam usia masyarakat yang melakukan pelayanan di dinas kependudukan dan pencatatan sipil. mulai dari anak sekolahan, ibu hamil, ibu banyak anak, sampai lanjut usia.

Permasalahan

Dari semua masyarakat tidak semuanya mempunyai penglihatan yang masih bagus untuk mengisi formulir yang dibutuhkan.

Tujuan

Menyediakan layanan kacamata

Manfaat

Layanan kacamata disediakan bagi pengunjung yang mengalami gangguan penglihatan dan tidak membawa kaca matanya. meskipun tidak membawa kaca mata masyarakat tetap bisa mengurus dokumen kependudukannya

Hasil inovasi : layanan kacamata baca

E-FAKTUR

(Faktur Elektronik)

E-Faktur adalah faktur/tanda bukti pelayanan yang dikeluarkan melalui aplikasi yang dibangun sendiri dan terkoneksi ke Nomor Induk Kependudukan. E-Faktur membantu memudahkan pelayanan terutama mempercepat tindak lanjut pelayanan sampai pelayanan selesai. Selain itu e-faktur diarsipkan secara elektronik sehingga dapat diketahui jumlah pelayanan sepanjang tahun. E-faktur juga dapat menggambarkan stok kebutuhan blangko-blangko sehingga memudahkan perencanaan kebutuhan blangko-blangko pelayanan administrasi kependudukan. e-Faktur terus dikembangkan untuk paperless.

Contoh: Faktur Elektronik

 

 

Latar Belakang:

Rata-rata pengurusan harian masing-masing dokumen di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Ssipil Kabupaten Padang Pariaman adalah 300 berkas. Sebelumnya sebagai bukti pengurusan dokumen sudah menggunakan aplikasi berbasis website online, namun menggunakan jasa pihak ketiga. dimana jaringan dan servernya tidak berada di Disdukcapil Padang Pariaman.

 

Permasalahan:

Jika mengalami gangguan pada jaringan internet faktur online, maka harus menghubungi pihak ketiga tersebut. hal ini akan membutuhkan lebih banyak waktu dalam proses perbaikannya, sedangkan pelayanan terus berjalan. selain itu, penulisan nama masyarakat yang mengurus  di dalam faktur masih dilakukan secara  manual.

Tujuan:

Supaya pembukuan faktur lebih terorganisir dan perbaikan jaringan yang rusak terkait faktur jadi lebih mudah karena di bangun sendiri. serta memudahkan dalam pengentrian data pengurus hanya dengan menginputkan NIK.

Manfaat:

  1.  1. Mempercepat pelayanan dengan pengisian data pengurus sudah berdasarkan nik atau berbasis database
  2.  2. elayanan lebih lancar karena server dan pembangun aplikasi adalah dari internal

Hasil Inovasi:

Faktur online berbasis nik dengan pembangunan website dari tenaga internal.


DUKCAPIL MENGGODA

(Dukcapil Mengupdate Golongan Darah)

Latar Belakang

Masih kurangnya kesadaran masyarakat dalam mengetahui golongan darahnya. Sebagian masyarakat yang ditanya petugas terkait golongan darah menjawab tidak tahu. Padahal golongan darah merupakan informasi penting pada saat keadaan darurat. Golongan darah merupakan salah satu item informasi yang di tampilkan di KTP EL.

Permasalahan

Melakukan pengecekan golongan darah hanya bisa dilakukan di  rumah sakit, puskesmas atau melalui PMI setempat. Hal ini cukup menyulitkan masyarakat.

Tujuan

  1. 1. Memudahkan masyarakat dalam pemeriksaan golongan darah
  2. 2. Meningkatkan entry data golongan darah

Manfaat

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Padang Pariaman melakukan kerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) dalam pemeriksaan golongan darah dengan menyediakan stand pemeriksaan di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Masyarakat yang datang untuk pelayanan cetak KTP EL dan perekaman yang belum mengetahui golongan darahnya, maka akan diminta untuk melakukan pengecekan di stand yang telah disediakan. Hal ini tentunya akan memudahkan masyarakat dalam pengecekan darah dan secara tidak langsung meningkatkan entry elemen data di KTP EL.

Hasil Inovasi : Kerjasama dengan PMI dalam pengecekan golongan darah

COKLAT PEMILU

(Pencocokan Dan Penelitian Data Pemilih Untuk Pemilihan Umum)

 

Latar Belakang

Data kependudukan yang update dapat meningkatkan akurasi  data pemilih pemilu. Tahun 2019 pelaksanaan Pemilu dengan pemilih berdasarkan kepemilikan KTP EL.

Permasalahan

Data yang dikumpulkan Pantarlih di lapangan biasanya bersifat offline. Sehingga belum di ketahui apakah data yang di update telah sesuai dengan data kependudukan yang ada di server dinas kependudukan dan pencatatan sipil. sedangkan pemilih pemilu 2019 dapat menggunakan hak pilihnya jika telah memiliki KTP Elektronik.

Tujuan

Untuk pemutakhiran data kependudukan

Manfaat

Turunnya Pantarlih KPU ke rumah masyarakat di nagari yang ada di Kabupaten Padang ariaman untuk melakukan coklit berakibat pada lebih akuratnya data yang dimiliki. untuk mendukung program tersebut, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Padang Pariaman meluncurkan aplikasi coklat. aplikasi ini dapat dimanfaatkan Pantarlih KPU Kabupaten Padang Pariaman untuk cek status data masyarakat secara online via android. Pantarlih akan memasukan data langsung berdasarkan keadaan lapangan. nantinya akan terlihat status data kependudukan masyarakat tersebut dan bisa menjadi acuan bagi dukcapil padang pariaman dalam menentukan daerah mana yang membutuhkan program pedang saber khususnya pelayanan perekaman KTP el.

Hasil inovasi : Aplikasi Coklat Pemilu berbasis database online untuk mendukung coklit dari Pantarlih KPU

Aplikasi Coklat Pemilu

  

PAK-YAN

(Paket Layanan)

Latar Belakang

Masyarakat datang ke Dinas Kependudukan danPencatatan Sipil untuk mengurus dokumen kependudukan dan pencatatan sipil. beberapa diantaranya mengurus lebih dari satu dokumen.

Permasalahan

Sampai tahun akhir tahun 2014 satu operator masih mengerjakan satu tugas. hal ini menyebabkan masyarakat yang ingin mengurus lebih dari satu dokumen harus pindah loket dengan antrian lainnya.

Tujuan

  1. 1. Memudahkan masyarakat dalam pengurusan dokumen kependudukan dan pencatatan sipil
  2. 2. Meningkatkan kualitas pelayanan publik

Manfaat

Paket layanan yang disediakan oleh dinas kependudukan dan pencatatan sipil memudahkan masyarakat dalam pengurusan dokumennya. karena satu operator bisa melakukan lebih dari satu tugas, seperti disaat menikah, maka 2ktp, kk baru bagi yang bersangkutan dan orang tua akan langsung diterbitkan

Hasil Inovasi :

Dilaksanakannya pengurusan dokumen di satu loket melalui inovasi Pak-Yan

Paket Layanan


POHON IMPIAN

Pohon Impian adalah media survey yang disediakan untuk pengguna layanan agar pengguna layanan dapat memberikan penilaian terhadap petugas pelayanan

E-TOILET

Aplikasi e-Toilet adalah aplikasi yang disediakan bagi masyarakat untuk memberikan penilaian terhadap kebersihan toilet. Aplikasi yang dibangun sendiri ini menjadi sarana untuk memberikan pelayanan yang lebih baik pada kebersihan toilet.

Masyarakat dapat melakukan penilaian melalui layar sentuh yang terdapat di toilet. Akumulasi statistiknya dapat digunakan sebagai bahan evaluasi pelayanan.

 

E-SURVEY

E-Survey adalah aplikasi yang disediakan bagi masyarakat untuk memberikan penilaian pada pelayanan di Disdukcapil.

Peralatan yang menggunakan layar sentuh ini memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk memberikan penilaian terhadap pelayanan.


SI PRETI

(Sistem Perekaman Data Sejak Dini)

Latar belakang:

Masih banyak anak usia sekolah di Kabupaten Padang Pariaman belum melakukan perekaman data serta mendukung program Kartu Identitas Anak ( KIA ).

Permasalahan:

Hal ini mempengaruhi jumlah kepemilikan KTP EL dan KIA, dimana anak  dari sekolah tertentu akan kesulitan untuk mendatangi kantor Disdukcapil dalam pengurusan dokumen. Untuk mengatasi hal tersebut, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil menyediakan kendaraan khusus pelayanan guna memperluas jangkauan pelayanan bagi anak di sekolah.

Tujuan:

  1. 1. Meningkatkan kepemilikan KTP EL bagi anak usia 17 tahun dan KIA untuk anak usia dibawah 17 tahun
  2. 2. Menyediakan layanan langsung ke sekolah-sekolan

Manfaat:

Si-Preti di sediakan untuk mempermudah anak usia sekolah dalam mengurus dokumen kependudukan. Sio-Preti akan mendatangi sekolah tertentu untuk melakukan pelayanan. Anak usia sekolah dapat merasakan manfaat dari semua dokumen kependudukan. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil menyediakan petugas dan kendaraan khusus yang akan turun ke sekolah  setiap hari.

Hasil inovasi: 

Layanan si-Preti

 

 

 


PAK-PERWIRA

(Pelayanan Akte Perkawinan Di Gereja)

Latar Belakang:

Masyarakat non muslim melakukan pernikahan secara agama di gereja sebagian besar tidak langsung melakukan pengurusan dokumen perkawinan resminya ke dinas kependudukan dan pencatatan sipil.

Permasalahan:

Kurangnya kesadaran masyarakat non-muslim dalam mengurus akta perkawinannya

Tujuan:

  1. 1. Memudahkan bagi masyarakat non-muslim dalam penerbitan akta perkawinan
  2. 2. Meningkatkan kepemilikan dokumen kependudukan dan pencatatan sipil

Manfaat:

Layanan Pak Perwira disediakan bagi masyarakat non-muslim dalam menerbitkan akta perkawinan tanpa harus datang ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. dimana saat melakukan pernikahan di gereja, pasutri langsung mendapatkan akta perkawinannya.

Hasil Inovasi:

Penerbitan akta perkawinan di gereja melalui PAK PERWIRA

ALIS KETUPAT

(Ayo Lihat Status KTP mu setiap saat)

Aplikasi ALIS KETUPAT  adalah aplikasi yang dapat digunakan oleh masyarakat di Kabupaten Padang Pariaman untuk mengecek status  pencetakan ktp-el nya melalui smartphone maupun desktop.

Melalui android dapat dilakukan dengan mendownload aplikasi "Dukcapilceria Padang Pariaman" di google playstore sedangkan  melalui desktop dapat dilakukan dengan mentype link http://siak.padangpariamankab.go.id:81/androids di web browser

Langkah yang dapat lakukan adalah

    1. 1. buka aplikasi dukcapil ceria yang telah di download di google playstore
    2. 2. pilih menu "cek status KTP"
    3. 3. pada menu cek status ktp, silahkan input NIK dan nama ibu yang bersangkutan, kemudian klik tombol "cek status"
    4. 4. maka akan tampil informasi status ktp yang bersangkutan.

Adanya aplikasi alis ketupat, diharapkan dapat membantu masyarakat Kabupaten Padang Pariman yang telah melakukan perekaman biometrik dan belum mendapatkan ktp-el, untuk mengetahui status pencetakan KTP-elnya, sehingga masyarakat tidak perlu bolak balik ke kantor dukcapil ceria untuk menanyakan status cetak ktp-el yang bersangkutan.

 


ADM (ANJUNGAN DUKCAPIL MANDIRI)

Latar Belakang:

Perkembangan teknologi mendorong Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil untuk menerapkan pelayanan yang semakin memberi kemudahan. Oleh sebab itu perlu menyediakan fasilitas untuk memudahkan pencetakan dokumen pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil secara elektronik dengan peralatan yang bisa digunakan oleh masyarakat secara mandiri dalam bentuk anjungan

Permasalahan: 

Belum tersedianya fasilitas pencetakan dokumen yang bisa dilakukan secara mandiri oleh masyarakat.

Tujuan:

  1. 1. Memudahkan masyarakat untuk mencetak dokumen sendiri, baik KTP elektronik, Kartu Identitas Anak serta dokumen pencatatan sipil lainnya

Manfaat:

Layanan ini akan memudahkan masyarakat untuk mencetak dokumennya secara mandiri, tidak terbatas ruang dan waktu karena peralatan tersedia setiap saat melalui Anjungan Dukcapil Mandiri.

Hasil Inovasi:

Anjungan Dukcapil Mandiri

 

TDS

Tunggu Dirumah Saja (TDS)

Latar Belakang :

Kabupaten Padang Pariaman memiliki 103 nagari, 17 kecamatan, dengan kondisi wilayah yang beragam.

Permasalahan :

Hal ini mempengaruhi kepemilikan dokumen kependudukan dan pencatatan sipil, dimana masyarakat dari wilayah tertentu akan kesulitan untuk mendatangi kantor dukcapil dalam pengurusan dokumen terutama untuk Disabilitas, lansia dan ODGJ. untuk mengatasi hal tersebut, dinas kependudukan dan pencatatan sipil menyediakan kendaraan khusus pelayanan guna memperluas jangkauan pelayanan bagi masyarakat.

Manfaat :

Layanan TDS disediakan bagi penduduk Lansia, Disabilitad, dan ODGJ (orang dalam gangguan jiwa) dalam pengurusan dokumen kependudukan dan pencatatan sipil  akan mendatangi lokasi tertentu untuk melakukan pelayanan sesuai permintaan pemerintah dari nagari. masyarakat dapat merasakan manfaat dari semua dokumen kependudukan dan dan pencatatan sipil. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil menyediakan petugas dan kendaraan khusus yang akan turun kelapangan.

 

Hasil Inovasi:

Layanan TDS

 

BULAN MADU

(SEBULAN MEREKAM KTP UNTUK PEMILU) BERSAMA KPU

Latar Belakang 
Data kependudukan yang update dapat meningkatkan akurasi  data pemilih . Tahun 2020 pelaksanaan Pilkada dengan pemilih berdasarkan kepemilikan KTP EL.

Permasalahan
Data yang dikumpulkan Pantarlih di lapangan biasanya bersifat offline. Sehingga belum di ketahui apakah data yang di update telah sesuai dengan data kependudukan yang ada di server dinas kependudukan dan pencatatan sipil. sedangkan pemilih pilkada 2020 dapat menggunakan hak pilihnya jika telah memiliki KTP Elektronik.

Tujuan
Untuk pemutakhiran data kependudukan

Manfaat
pelayanan untuk melakukan perekaman bersama KPU khusus untuk masyarakat yang sudah berumur 17 tahun atau Wajib KTP EL Pemula dan penduduk yang belum meliki KTP EL untuk mensukseskan Pilkada Serentak pada tanggal 20 Desember 2020.

MH 730

 (MELAYANI 7 HARI SEMINGGU DAN  RATA-RATA 30 HARI SEBULAN, KHUSUS PELAYANAN KTP-EL)

Latar Belakang 
Profesi masyarakat beragam, mulai dari pedagang, petani, pekerja kantoran, PNS dan lainnya. sedangkan waktu pelayanan biasanya dilakukan pada jam kerja, yaitu senin-jumat jam 16.00.

Permasalahan

Beberapa masyarakat yang tidak bisa datang pengurusan pada jam kerja karena waktunya berpapasan dengan pekerjaan, atau alasan lainnya.

Tujuan

  1. 1. Memberikan pelayanan prima
  2. 2. Memberikan alternatif waktu pelayanan bagi masyarakat yang tidak bisa datang di jam kerja

Manfaat

Layanan MH 730 merupakan Layanan KTP-el yang dilaksanakan setiap Hari Senin s/d Minggu Jam 08.00-16.00 WIB dan Hari Jumat 08.00-16.30 WIB

 

BERKAH ONLINE

(kolaBorasi pElayanan adminstRasi Kependudukan dAn pernikaHan) Online

Latar Belakang
Pasangan baru menikah dalam mendapatkan dokumen kependudukan (Kartu Keluarga dan Kartu Tanda Penduduk Elektronik dengan status baru) yang akan mendukung data kependudukan yang valid

Tujuan

  1. 1. Memudahkan bagi masyarakat  dalam penerbitan Kartu keluarga dan KTP-el dengan status baru menikah
  2. 2. Meningkatkan kepemilikan dokumen kependudukan dan pencatatan sipil

Manfaat
kolaborasi dengan dengan Program PANTER (Pelayanan Administrasi Nikah Terintegrasi) Kementerian Agama Kabupaten Padang Pariaman. Tim akan mendatangi pasangan suami istri baru di hari pernikahannya dengan memberikan surat nikah kedua mempelai.

Hasil Inovasi
Penerbitan 3 lembar Kartu Keluarga  yaitu 2 Kartu Keluarga ( orang tua dan mertua), 1 Kartu Keluarga baru dengan status baru), 2 keping Kartu Tanda Penduduk Elektronik ( KTP El ), serta piagam ucapan selamat pernikahan

CERMIN HATI

(CERAI ADMINISTRASI SEHARI JATI DIRI JADI)

Latar Belakang
Meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat di  Kabupaten Padang Pariaman, khususnya membantu masyarakat untuk mendapatkan dokumen kependudukan secara cepat dan pasti

Tujuan

  1. 1. Memberikan pelayanan prima
  2. 2. Memberikan masyarakat alternatif pada pengurusan Kartu Kerluarga

Manfaat
Pelayanan yang diberikan kepada masyarakat yang yang telah terbit akte cerainya langsung diberikan Kartu Keluarga dan KTP EL dengan Status Cerai Hidup tanpa harus mengurus lagi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Padang Pariaman

MUSLIMAH

( DATAMU BERMASALAH KAMI DATANG KERUMAH )

Latar Belakang
Kabupaten Padang Pariaman memiliki keadaan wilayah dengan topografi yang beragam membuat masyarakat kesulitan dalam mengurus dokumen kependudukan dan pencatatan sipilnya.

Tujuan

  1. 1. Meningkatkan kepemilikan dokumen kependudukan dan pencatatan sipil.
  2. 2. Menjangkau masyarakat nagari dalam pelayanan

Manfaat
Pelayanan tindak lanjut dari pengaduan untuk data-data bermasalah dengan fasilitasi  masyarakat yang mengalami permasalahan-permasalahan mengenai data kependudukan dan proses penyelesaianya dengan mendatangi ke rumah atau ke kantor nagari penyelesaian di rumah, atau di Kantor Nagari terdekat

BEDAH DADAKU

(Bantu PERMASALAHAN PINDAH DATA-DATAKU)

Latar Berlakang
Masyarakat minangkabau khususnya Kabupaten Padang Pariaman terkenal dengan masyarakatnya yang sering merantau, salah satu alasan merantau atau ke luar daerah karena alasan ekonomi dan lainnya.

Tujuan

  1. 1. Menyediakan media yang mudah diakses masyarakat
  2. 2. Meningkatkan kualitas pelayanan public

Manfaat
Pelayanan yang dikhususkan  bagi masyarakat yang sudah menetap di luar Kabupaten Padang Pariaman namun data kependudukannya masih berada di Kabupaten Padang Pariaman melalui Aplikasi DCM (Dukcapil Ceria Mobile) dengan mengajukan permohonan Pindah Datang.

DERITA ALADIN

DERITA ALADIN (Mendengar Berita kematian, Aktamu Langsung Diterbitkan)


Latar Belakang
Kematian
 adalah salah satu fase dalam siklus kehidupan manusia yang pasti akan dihadapi dan dialami oleh seluruh manusia. Setiap manusia yang memiliki jiwa pasti akan mati karena kematian merupakan pengalaman manusia yang bersifat universal. Tidak ada satu manusia pun, baik dulu, sekarang, maupun yang akan datang, yang dapat menghindari kematian. Kematian adalah keniscayaan yang pasti datang pada setiap individu manusia di mana pun dan kapan pun. Hampir setiap manusia percaya bahwa cepat atau lambat kematian akan menghampiri. Tidak ada keraguan dan tidak ada perbedaan keyakinan di antara manusia terkait kematian karena kematian adalah fenomena umum yang terjadi di setiap budaya dan di setiap zaman. Yang berbeda hanyalah bagaimana respon manusia terhadap datangnya kematian yang disebabkan oleh perbedaan keyakinan, adat, dan budaya manusia. 

Permalahan
Pelayanan pelaporan kematian dilakukan dengan maksud untuk mendukung validasi data kependudukan, mendukung peningkatan kepemilikan akta kematian sebagai salah satu hak waris dan mempermudah ahli waris untuk mendapatkan pengurusan layanan lainnya. Pelayanan pelaporan kematian bertujuan sebagai bukti hukum atau legalitas bahwa seseorang benar telah meninggal dunia, sebagai data statistik dan hayati untuk memantau penyebab kematian, angka harapan hidup serta penetapan kebijakan pembangunan lainnya dan memberikan kepastian terhadap hubungan nasab orang tua dengan anak, wali anak, sepeninggal almarhum serta hubungan sosial ekonomi yang lain seperti klaim asuransi, dana tabungan dan asuransi pegawai negeri hingga dana pensiun.

 

Tujuan

  1. a. sebagai bukti hukum atau legalitas bahwa seseorang benar telah meninggal dunia;
  2. b. sebagai data statistik dan hayati untuk memantau penyebab kematian, angka harapan hidup serta penetapan kebijakan pembangunan lainnya; dan
  3. c. memberikan kepastian terhadap hubungan nasab orang tua dengan anak, wali anak, sepeninggal almarhum serta hubungan sosial ekonomi yang lain seperti klaim asuransi, dana tabungan dan asuransi pegawai negeri hingga dana pensiun.
  4. d. Mewujudkan data base kependudukan yang valid, karena dengan diterbitkan akta kematian maka data penduduk yang meninggal tersebut tdak akan muncul di database kependudukan. 

 

Manfaat

  1. a. mendukung validasi data kependudukan;
  2. b. mendukung peningkatan kepemilikan akta kematian sebagai salah satu hak waris; dan
  3. c. mempermudah ahli waris untuk mendapatkan pengurusan layanan lainnya.

 

UJUNG TANDUK

UJUNG TANDUK (USAHA PEJUANG RENTAN ADMINDUK)

Latar Belakang
Memperoleh dokumen kependukan merupakan Hak dasar penduduk, pemerintah berkewajiban memberikan perlindungan dan pengakuan terhadap penentuan status pribadi dan status hukum atas setiap Peristiwa Kependudukan dan Peristiwa Penting yang dialami penduduk. Berdasarkan pasal 26 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi kependudukan bahwa Penduduk yang tidak mampu melaksanakan sendiri pelaporan terhadap Peristiwa Kependudukan yang menyangkut dirinya sendiri dapat dibantu oleh Instansi Pelaksana atau meminta bantuan kepada orang lain.

Permasalahan
Penduduk Rentan Administrasi Kependudukan, meliputi Penduduk Korban Bencana Alam, Penduduk Korban Bencana Sosial dan Orang Terlantar (panti asuhan, panti jompo, panti sosial, rumah sakit jiwa, lembaga pemasyarakatan, atau tempat penampungan lainnya) adalah kaum minoritas yang sangat membutuhkan pertolongan orang lain dalam melanjutkan kehidupannya. Untuk itu perlu perhatian khusus dari warga setempat disertai komitmen perlindungan dari pemerintah berupa kemudahan dalam mengakses kebutuhan dasar seperti perumahan, kesehatan, pendidikan dan jaminan sosial, salah satunya dalam memperoleh Dokumen Kependudukan dan Akta Pencatatan Sipil.

Tujuan

  1. 1. Meningkatkan kepemilikan dokumen kependudukanPenduduk Korban Bencana Alam, Penduduk Korban Bencana Sosial dan Orang Terlantar (panti asuhan, panti jompo, panti sosial, rumah sakit jiwa, lembaga pemasyarakatan, atau tempat penampungan lainnya)
  2. 2. Memberikan edukasi mengenai arti penting Pemutakhiran Data Penduduk. Peningkatan kesadaran penduduk untuk melaporkan setiap terjadi perubahan peristiwa kependudukan dan peristiwa penting yang dialami oleh setiap penduduk, Pelaksanaan Pemutakhiran Kartu Keluarga sebagai data induk penduduk secara berkala
  3. 3. Meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Padang Pariaman, khususnya mempermudah Penduduk Korban Bencana Alam, Penduduk Korban Bencana Sosial dan Orang Terlantar (panti asuhan, panti jompo, panti sosial, rumah sakit jiwa, lembaga pemasyarakatan, atau tempat penampungan lainnya) dalam memperoleh dokumen kependudukan.

Manfaat

  1. 1. Mempermudah Penduduk Korban Bencana Alam, Penduduk Korban Bencana Sosial dan Orang Terlantar (panti asuhan, panti jompo, panti sosial, rumah sakit jiwa, lembaga pemasyarakatan, atau tempat penampungan lainnya) dalam memperoleh dokumen kependudukan.
  2. 2. Dengan meningkatnya kesadaran penduduk untuk melaporkan setiap terjadi perubahan peristiwa kependudukan dan peristiwa penting yang dialami oleh setiap penduduk akan menciptakan  database kependudukan yang valid dan bisa dimanfaatkan untuk perencanaan pembangunan serta perencanaan keuangan.

NONGKRONG BARENG SI KELING YANDUK

NONGKRONG BARENG SI KELING YANDUK ( Nongkrong Bareng SIM Keliling dan Pelayanan Adminduk)

Latar Belakang
Pada dasarnya manusia membutuhkan pelayanan, konsep pelayanan ini akan selalu ada pada kehidupan setiap manusia. Posisi masyarakat yang menjadi warga negara membuat penyedia pelayanan publik tidak hanya memposisikan masyarakat sebagai yang dilayani tetapi juga dilibatkan dalam pengambilan keputusan. Peran serta masyarakat dalam proses pengambilan keputusan memungkinkan para penyedia pelayanan publik lebih responsif terhadap masyarakat adalah munculnya inovasi pelayanan.

Permasalahan
Salah satu dokumen kependudukan yang paling penting bagi masyarakat Indonesia adalah adalah Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang mana didalamnya terdapat informasi tentang kependudukan masyarakat. KTP KTP Elektronik merupakan salah satu syarat dalam pembuatan SIM (Surat Izin Mengemudi). Banyak masyarakat yang telah berusia 17 tahun namun belum memiliki KTP KTP Elektronik, banyak faktor mereka belum melakukan perekaman dan belum mendapatkan KTP KTP Elektronik sehingga persyaratan untuk mendapatkan SIM belum mereka penuhi.

 

Tujuan

  1. 1. Meningkatkan kepemilikan dokumen kependudukan, seperti KTP Elektronik merupakan salah satu syarat dalam pembuatan SIM (Surat Izin Mengemudi)
  2. 2. Memberikan edukasi mengenai arti penting Pemutakhiran Data Penduduk. Peningkatan kesadaran penduduk untuk melaporkan setiap terjadi perubahan peristiwa kependudukan dan peristiwa penting yang dialami oleh setiap penduduk, Pelaksanaan Pemutakhiran Kartu Keluarga sebagai data induk penduduk secara berkala
  3. 3. Meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Padang Pariaman, khususnya mempermudah masyarakat dalam memperoleh dokumen kependudukan bagi masyarakat yang ingin melakukan pengurusan SIM (Surat Izin Mengemudi). Banyak masyarakat yang telah berusia 17 tahun namun belum memiliki.

 

Manfaat

  1. 1. Mempermudah masyarakat dalam memperoleh dokumen kependudukan.
  2. 2. Dengan meningkatnya kesadaran penduduk untuk melaporkan setiap terjadi perubahan peristiwa kependudukan dan peristiwa penting yang dialami oleh setiap penduduk akan menciptakan  database kependudukan yang valid dan bisa dimanfaatkan untuk perencanaan pembangunan serta perencanaan keuangan.
  3. 3. Mewujudkan pelayanan prima kepada masyarakat.

SAMA RINDU

SAMA RINDU (Dasawisma Sadar Adminduk)

Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Padang Pariaman adalah koordinasi dengan Dasa Wisma Melati 12 Nagari Sikabu Lubuak Aluang yang akan dijadikan percontohan. Yang kedua dilakukannya sosialisasi dan pendataan ke dasawisma yang dijadikan percontohan dengan cara memberikan persentasi kepada anggota dasawisma, pada tahap ini terdapat masalah kurangnya dukungan dari masyarakat dan pihak-pihat terkait akan pentingnya kepemilikan dokumen kependudukan. Yang ketiga yaitu proses pelayanan yang dilakukan selama 5 hari per kampung yang dijadikan percontohan, pelayanan yang diberikan yaitu Akta Kelahiran, Akta Pernikahan, Akta perceraian, Kartu Tanda Penduduk, Kartu Identitas Anak, Kartu Keluarga. Yang keempat proses pencetakan produk, dalam tahap ini terdapat permasalahan yaitu kurangnya tenaga yang mencetak Akta Kelahiran, Akta Pernikahan, Akta perceraian, Kartu Tanda Penduduk, Kartu Identitas Anak, Kartu Keluarga. Inovasi ini juga merangkul kecamatan dan nagari.

 

Tujuan : 

  1. 1. Menciptakan dasawisma beserta anggota dan keluarga sadar akan kepemilikan Dokumen Kependudukan: Peningkatan perilaku tertib Administrasi Kependudukan di lingkungan keluarga, satuan pendidikan, satuan kerja, dan komunitas  masyarakat, Pemenuhan kepemilikan dokumen kependudukan yang diperlukan oleh setiap penduduk, Peningkatan nilai guna dokumen kependudukan bagi berbagai pelayanan publik, Pencapaian target kinerja pemerintah daerah di bidang penerbitan dokumen kependudukan sesuai target nasional yang telah ditentukan,
  2. 2. Menciptakan dasawisma beserta anggota dan keluarga sadar akan  Pemutakhiran Data Penduduk: Peningkatan kesadaran penduduk untuk melaporkan setiap terjadi perubahan peristiwa kependudukan dan peristiwa penting yang dialami oleh setiap penduduk, Pelaksanaan Pemutakhiran Kartu Keluarga sebagai data induk penduduk secara berkala, Pelaksanaan konsolidasi data penduduk secara tertib dan teratur melalui aplikasi Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK)

 

Manfaat :

  1. 1. Meningkatkan kepemilikan dokumen kependudukan
  2. 2. Meningkatkan kualitas pelayanan publik, karena lebih mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

 

Hasil :

Terlaksananya edukasi di Dasawisma mengenai Sadar Administrasi Kependudukan yaitu

  1. 1.Program Sadar Kepemilikan Dokumen Kependudukan: Peningkatan perilaku tertib Administrasi Kependudukan di lingkungan keluarga, satuan pendidikan, satuan kerja, dan komunitas masyarakat, Pemenuhan kepemilikan dokumen kependudukan yang diperlukan oleh setiap penduduk, Peningkatan nilai guna dokumen kependudukan bagi berbagai pelayanan publik, Pencapaian target kinerja pemerintah daerah di bidang penerbitan dokumen kependudukan sesuai target nasional yang telah ditentukan,
  2. 2. Program Sadar Pemutakhiran Data Penduduk: Peningkatan kesadaran penduduk untuk melaporkan setiap terjadi perubahan peristiwa kependudukan dan peristiwa penting yang dialami oleh setiap penduduk, Pelaksanaan Pemutakhiran Kartu Keluarga sebagai data induk penduduk secara berkala, Pelaksanaan konsolidasi data penduduk secara tertib dan teratur melalui aplikasi Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK),
  3. 3. Program Sadar Pemanfaatan Data Kependudukan Sebagai Satu-Satunya Data Yang Dipergunakan Untuk Semua Kepentingan: Pemanfaatan data kependudukan oleh seluruh Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) untuk Perencanaan Pembangunan, Pelayanan Publik, Alokasi Anggaran, Pembangunan Demokrasi, Penegakan Hukum dan Pencegahan Kriminal, Pemberian Kemudahan bagi lembaga pengguna dta non lembaga vertikal skala propinsi, kabupaten/kota dalam kerjasama pemanfaatan data kependududkan.
  4. 4. Program Sadar Melayani Administrasi Kependudukan Menuju Masyarakat Yang Bahagia: Peningkatan perilaku aparatur untuk mendukung pelayanan administrasi kependudukan, Menyederhanakan mekanisme dan syarat pelayanan administrasi kependudukan

 

 

 

MY AJEK

My Ajek adalah aplikasi pendukung untuk pengantaran dokumen kerumah oleh petugas Ajek Dukcapil, sehingga sistem trackingnya dapat diketahui secara daring. Inovasi yang sangat membantu masyarakat dalam pengurusan adminduk yang diantar lansung kerumah. Masyarakat hanya cukup menunggu dirumah saja, Petugas dari Dukcapil akan mengantar lansung berkas Adminduk kerumah, dengan pencatatan distribusi melalui aplikasi MyAjek.

Program ini ditujukan untuk mendukung program-program lain seperti Alpa Beta dan pelayanan pengaduan masyarakat. Kendaraan Ajek akan mengantarkan dokumen kependudukan kepada masyarakat yang dilayani di rumah sakit, puskesmas dan klinik yang bekerjasama serta rumah penduduk

Kendaraan AJEK juga dimanfaatkan untuk menangani pelayanan pengaduan masyarakat, dimana disaat masyarakat menyampaikan keluhan maka AJEK dengan petugas akan mendatangi masyarakat untuk menyelesaikan permasalahan administrasi kependudukan

 

Tujuan :

  1. 1. Tersedianya transportasi untuk mendukung layanan;
  2. 2. Meningkatkan Kepemilikan dokumen kependudukan dan pencatatan sipil  dengan Antar Jemput Dokumen Kependudukan (Ajek) sebagai program penunjang transportasi inovasi di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Manfaat :

  1. 1. Mempermudah masyarakat dalam memperoleh dokumen kependudukan.
  2. 2. Dengan meningkatnya kesadaran penduduk untuk melaporkan setiap terjadi perubahan peristiwa kependudukan dan peristiwa penting yang dialami oleh setiap penduduk akan menciptakan  database kependudukan yang valid dan bisa dimanfaatkan untuk perencanaan pembangunan serta perencanaan keuangan.

Hasil :
Tersedianya petugas dan alat transportasi roda dua sebagai layanan antar jemput dokumen kepedudukan dan pencatatan sipil serta mendukung inovasi lain di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Dukcapil Go To School

Pendidikan Merupakan hal yang sangat penting, hal ini sesuai dengan Tujuan dari Pendidikan yakni untuk Mencerdaskan Kehidupan Bangsa yang
berimbas pada Peningkatan Taraf Hidup Bangsa Indonesia. agar tidak tertinggal dengan Bangsa Lain. Pendidikan menjadi Tumpuan harapan bagi Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia, untuk itu Pendidikan Wajib diberikan kepada seluruh Masyarakat tanpa Terkecuali Masyarakat yang hidup di Kota Maupun Daerah Terpencil.Sekolah sebagai lembaga pendidikan dan pengembangan Sumber Daya Manusia memiliki peran yang sangat besar untuk menyiapkan generasi bangsa yang berkualitas . Lembaga Pendidikan yang baik tentu memiliki program kerja terkait dengan berbagai upaya peningkatan SDM yang berakhlaqul karimah, berkarakter, Sehat Jasmani dan Rohani serta memiliki kreatifitas dan inovatif. Sebagai upaya meningkatkan kualitas dari berbagai segi disusun berbagai program kegiatan yang dapat mendukung tujuan tersebut.

Anak usia sekolah SLTA di Kabupaten Padang Pariaman masih banyak yang belum melakukan perekaman KTP EL. Hal ini mempengaruhi jumlah kepemilikan KTP EL. Anak dari sekolah tertentu akan kesulitan untuk mendatangi kantor Disdukcapil untuk melakukan perekaman dan pengurusan dokumen disaat jam sekolah. Untuk mengatasi hal tersebut, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil menciptakan suatu inovasi berupa pelayanan khusus guna memperluas jangkauan pelayanan bagi anak wajib KTP EL di sekolah-sekolah.

 

Tujuan :

  1. 1. menjangkau wajib KTP-EL Pemula
  2. 2. Mempermudah pelayanan perekaman dan pengurusan KTP EL bagi anak wajib KTP EL di sekolah-sekolah serta meningkatkan kepemilikan KTP-EL
  3. 3. Meningkatkan kepemilikan KIA ( Kartu Identitas Anak) bagi anak usia 0 - 17 tahun kurang 1 hari.

Manfaat :

  1. 1. Terwujudnya Efisiensi, yang artinya pelayanan yang diberikan memberikan efisiensi waktu dan mempermudah persyaratan dan prosedur pembuatan dokumen Kependudukan Khususnya KTP dan KIA ( Kartu Identitas Anak) hanya dengan persyaratan yaitu Kartu Keluarga.
  2. 2. Terciptanya Keadilan dalammemberikan pelayanan yaitu manyangkut jangkauan pelayanan yang diberikan ke sekolah-sekolah dalam rangka meningkatkan kepemilikan dokumen kependudukan

PRISMA KECAMATAN

PRISMA (Pusat Riset Statistik Dan Manajemen Data) KECAMATAN

Latar Belakang

Administrasi Kependudukan Secara Dalam Jaringan yang selanjutnya disebut Adminduk Daring adalah rangkaian kegiatan penataan dan penertiban dalam penerbitan dokumen dan data kependudukan berbasis elektronik melalui pendaftaran penduduk, pencatatan sipil, pengelolaan informasi administrasi kependudukan serta pendayagunaan hasilnya untuk pelayanan publik dan pembangunan sektor lain.

Pelayanan Administrasi Kependudukan Daring yang selanjutnya disebut Pelayanan Adminduk Daring adalah proses pengurusan dokumen kependudukan yang pengiriman data/berkas persyaratannya dilakukan dengan media elektronik yang berbasis web dengan memanfaatkan fasilitas teknologi, komunikasi dan informasi.
Sejak tahun 2010 telah dimulainya penggunaan server sebagai media penyimpanan data kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Padang Pariaman. Dengan  adanya server ini akan memudahkan dalam perekapan data kependudukan. selain itu, inovasi yang dilakukan oleh dinas kependudukan dan pencatatan sipil kab. padang pariaman telah mengarah ke teknologi informasi. sebagian pengaksesan media informasi telah memanfaatkan teknologi informasi berbasis database.

Sejak tahun 2010 telah dimulainya penggunaan server sebagai media penyimpanan data kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Padang Pariaman. Dengan  adanya server ini akan memudahkan dalam perekapan data kependudukan. selain itu, inovasi yang dilakukan oleh dinas kependudukan dan pencatatan sipil kab. padang pariaman telah mengarah ke teknologi informasi. sebagian pengaksesan media informasi telah memanfaatkan teknologi informasi berbasis database.:

Permasalahan :
Data yang telah terkomputerisasi tersebut bisa dilihat secara online namun belum ada ruangan khusus untuk display semua informasi elektronik tersebut. sehingga opd lain belum bisa memanfaatkan data kependudukan dan pencatatan sipil secara optimal.

Tujuan :

  1. 1. Rekapitulasi data kependudukan per nagari
  2. 2. Rekapitulasi data kependudukan berdasarkan agama dan jenis kelamin
  3. 3. Rekapitulasi data kependudukan berdasarkan status kawin dan jenis kelamin
  4. 4. Rekapitulasi data kependudukan berdasarkan kelompok umur dan jenis kelamin
  5. 5. Rekapitulasi data kependudukan berdasarkan pendidikan dan jenis kelamin
  6. 6. Rekapitulasi data kependudukan berdasarkan pekerjaan dan jenis kelamin
  7. 7. Rekapitulasi data kependudukan berdasarkan golongan darah dan jenis kelamin

 

Manfaat :
Tersedianya aplikasi Prisma Kecamatan bisa menampilkan lebih dari satu sumber data informasi dalam satu waktu. ini dapat menjadi dasar bagi nagari yang bersinggungan langsung dengan data kependudukan dalam mengambil keputusan yang lebih akurat terkait kinerjanya.

 

 Hasil  :
Data kependudukan yang akurat, baik dari segi jumlah penduduk, tingkat ekonomi, pendidikan, dan lain-lain sehingga dengan data yang akurat tesebut bisa tampilkan dan dimanfaatkan oleh kecamatan serta berguna untuk implementasi kebijakan atau program pemerintahan lainnya. 

MENARI BERSAMA BIDADARI

Menari Bersama Bidadari (Membantu Akta Kelahiran Bersama Bidan Praktek Mandiri)

Latar Belakang :
Pada Hakekatnya Negara berkewajiban memberikan perlindungan dan pengakuan terhadap penentuan status pribadi dan dan status hukum peristiwa kelahiran yang dialami penduduk termasuk perlindungan terhadap anak dalam bentuk Akta Kelahiran.
 Kepemilikan Akta Kelahiran Penduduk Kabupaten Padang Pariaman masih belum maksimal. Tujuan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Padang Pariaman adalah meningkatkan kepuasan dalam pelayanan administrasi kependudukan secara prima kepada masyarakat. Dimana dalam tujuan tersebut terdapat salah satu indikator sasaran yaitu cakupan kepemilikan akta kelahiran. Cakupan kepemilikan akta kelahiran ditargetkan mencapai 98% bagi penduduk 0-18 tahun.

 

Permasalahan :
Cakupan
 pelayanan penerbitan akta kelahiran 0-18 tahun saat ini diangka 95% dari jumlah target 109.837 jiwa, dimana target ini akan terus berubah sesuai dengan adanya kelahiran dan pindah datang penduduk

 

Tujuan :

  1. 1. Mengembangkan sistem pelayanan administrasi kependudukan baru untuk membangun tata kelola pemerintahan yang baik (Good Governance) sesuai tujuan Reformasi Birokrasi.
  2. 2. Meningkatnya peran aktif masyarakat dalam kepemilikan akta kelahiran.
  3. 3. Membangun sistem digitalisasi dokumen untuk pengelolaan arsip yang tertib.
  4. 4. Meningkatkan fungsi sosial Bidan Praktek Mandiri dalam membantu masyarakat  untuk memiliki dokumen akta  kelahiran.

Manfaat :
Layanan Inovasi Menari Bersama Bidadari adalah sebuah inovasi layanan penerbitan akta kelahiran.
 Kelebihan Layanan Inovasi Menari Bersama Bidadari adalah bahwa layanan ini merupakan layanan yang terintegrasi, artinya dokumen akta kelahiran yang telah diterbitkan akan disampaikan berikut kartu keluarga baru dan kartu identitas anak (KIA) jika pemohon merupakan bayi yang baru lahir (layanan 3 in 1). Layanan Inovasi Menari Bersama Bidadari tidak memungut biaya apapun kepada masyarakat pemohon layanan akta kelahiran. Waktu pelayanan penerbitan akta kelahiran melalui Layanan Inovasi Menari Bersama Bidadari adalah 1 (satu) hari / 24 jam setelah persyaratan permohonan dinyatakan lengkap.

KOLAM BERUDU

KOLAM BERUDU (Kolaborasi Layanan Adminduk  Bersama Posyandu)

Latar Belakang :
Kesehatan merupakan tanggung jawab kita bersama, pemerintah dan masyarakat dan swasta. maka dari kesehatan yang paling bawah ialah posyandu yang merupakan pelayanan kesehatan masyarakat yang salah satunya untuk dan oleh masyarakat.
Peran posyandu di masyarakat sangat dibutuhkan warga dalam pembentukan penyelenggaraan, pemanfaatannya dan memerlukan peran serta aktif masyarakat dalam bentuk partisipasi menimbang balita setiap bulannya, sehingga dapat meningkatkan Angka Kecukapan Gizi (AKG). Kegiatan ini dapat membutuhkan partisipasi Ibu dalam membawa balitanya setiap bulan untuk pemeriksaan perkembangan kesehatan bayi.

 

Permaslahan :
Posyandu merupakan langkah yang cukup strategis dalam rangka pengembangan kualitas sumber daya manusia bangsa Indonesia agar dapat membangun dan menolong dirinya sendiri, sehingga perlu ditinggkatkan pembinaannya.  dalam rangka meningkatkan edukasi bagi masyarakat dalam meningkatkan kepemilikan dokumen kependuduk. Disdukcapil memberikan edukasi kepada ibu-ibu mengenai arti penting kepemilikan dokumen kependudukan, peningkatan perilaku tertib  masyarakat, Pemenuhan kepemilikan dokumen kependudukan yang diperlukan oleh setiap penduduk, Peningkatan nilai guna dokumen kependudukan bagi berbagai pelayanan publik, Pencapaian target kinerja pemerintah daerah di bidang penerbitan dokumen kependudukan sesuai target nasional yang telah ditentukan.

 

Tujuan :

  1. 1. Meningkatkan kepemilikan dokumen kependudukan, seperti akta kelahiran dan Kartu Identitas Anak (KIA) bagi Bayi (di bawah satu tahun), Anak balita (di bawah lima tahun). Serta dokumen kependudukan bagi ibu-ibu dan Pasangan Usia Subur (PUS)
  2. 2. Memberikan edukasi mengenai arti penting Pemutakhiran Data Penduduk. Peningkatan kesadaran penduduk untuk melaporkan setiap terjadi perubahan peristiwa kependudukan dan peristiwa penting yang dialami oleh setiap penduduk, Pelaksanaan Pemutakhiran Kartu Keluarga sebagai data induk penduduk secara berkala
  3. 3. Meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Padang Pariaman, khususnya mempermudah masyarakat dalam memperoleh dokumen kependudukan bagi masyarakat yang mendapatkan pelayanan dari Posyandu.

 

Manfaat :

  1. 1. Mempermudah masyarakat dalam memperoleh dokumen kependudukan.
  2. 2. Dengan meningkatnya kesadaran penduduk untuk melaporkan setiap terjadi perubahan peristiwa kependudukan dan peristiwa penting yang dialami oleh setiap penduduk akan menciptakan  database kependudukan yang valid dan bisa dimanfaatkan untuk perencanaan pembangunan serta perencanaan keuangan.

LAYANGAN PUTUS

LAYANGAN PUTUS (LAYAnan KunjuNGAN Perekaman Untuk Usia SLTA)

Latar Belakang :
Kabupaten Padang Pariaman dengan luas wilayah 1.328 km2, jumlah penduduk 427.919 jiwa,17 Kecamatan, 103 nagari, dan 444 desa/nagari. Dengan kondisi geografis yang luas, berbukit, gunung dan pantai, menyebabkan masyarakat merasakan jauhnya pusat pelayanan. Pelayanan administrasi kependudukan adalah pelayanan yang diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan dokumen kependudukan antara lain Kartu Keluarga, kartu Tanda Penduduk Elektronik, Surat Keterangan Pindah Datang, Akta Pencatatan Sipil. Salah satu yang penting bagi masyarakat seperti KTP-el, khususnya untuk wajib KTP Pemula.

Permasalahan : 
Anak usia sekolah SLTA di Kabupaten Padang Pariaman masih banyak yang belum melakukan perekaman KTP EL. Hal ini mempengaruhi jumlah kepemilikan KTP EL.

Tujuan :

  1. 1. Mempermudah pelayanan perekaman dan pengurusan KTP EL bagi anak wajib KTP EL di sekolah-sekolah ;
  2. 2. Meningkatkan kepemilikan KTP EL bagi anak usia 17 tahun.

 

Manfaat :
Meningkatkan kualitas pelayanan publik, karena lebih mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

RUANG MAK DATUK

RUANG MAK DATUK (Ruang Masyarakat Untuk Perekaman Data Penduduk)

Latar Belakang :
Sumber daya manusia merupakan hal yang paling penting bagi suatu lembaga, karena manusia memiliki kemampuan untuk menyusun tujuan, melakukan kerjasama, dan bekerja agar tujuan yang telah direncanakan tercapai. Begitupun tidak kalah pentingnya dengan sarana prasarana kantor yang ada disuatu lembaga memiliki pengaruh besar dalam upaya meningkatkan efesiensi dan efektivitas kerja. Oleh karena itu, dalam suatu lembaga sangat membutuhkan sarana prasarana kantor yang dapat digunakan oleh pegawai dalam melakukan tugas dan tanggung jawabnya sehingga penyelenggaraan kegiatan administrasi maupun kegiatan operasional lainnya dapat berjalan dengan baik dan lancar.

 

Permasalahan
Sarana prasarana kantor merupakan salah satu faktor yang mendukung keberhasilan suatu lembaga dalam mencapai tujuan organisasi tersebut. Sarana dan prasarana kantor menjadi bagian penting yang perlu disiapkan secara ideal dan berkesinambungan sehingga dapat menjamin kelancaran aktivitas kerja pegawai. Mengingat sarana dan prasarana kantor sangat penting dalam upaya memperlancar aktivitas kerja pegawai, maka dari itu dibutuhkan pengelolaan sarana dan prasarana yang memadai.

Tujuan

  1. 1. Menyediakan ruangan untuk perekaman data penduduk dengan fasilitas penunjang layanan yang  memberikan kenyamanan bagi masyarakat.
  2. 2. Mempercepat proses pelaksanaan perekaman data penduduk sehingga dapat menghemat waktu.
  3. 3. Meningkatkan jumlah perekaman dan kepemilikan KTP EL. 
  4. 4. Hasil kerja lebih terjamin dan berkualitas 
  5. 5, Lebih mempermudah dalam bekerja.

 

Manfaat :
Dengan adanya inovasi Ruang Mak Datuk ini masyarakat yang menunggu antrian perekaman KTP-el  menjadi lebih nyaman dan santai sehingga kualitas pelayanan publik akan dapat terus ditingkatkan.

Hasil :
Tersedianya ruangan untuk perekaman data penduduk dengan fasilitas penunjang layanan yang  memberikan kenyamanan bagi masyarakat.

BOLA KAKI

Bola Kaki (Kolaborasi Layanan dengan PKK dalam penerbitan KIA)
 

Program Peningkatan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Upaya membuat ibu rumah tangganya, daripada dengan kehidupan wanita Indonesia yang miskin yang berusaha memenuhi kebutuhan keluarga dalam lingkungan perekonomian lokal, peran PKK dalam meningkatkan keterampilan masyarakat desa, yaitu perempuan dalam memperbaiki ekonomi rumah tangganya.

Salah satunya melaui gerakan pembinaan keluarga oleh PKK , keberadaan PKK yang memiliki jaringan sampai tingkat nagari, dasa wisma memang menjadi sangat strategis bagi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dalam meningkatkan jumlah kepemilikan Kartu Identitas Anak (KIA) bagi anak usia 0 sampai dengan 17 tahun kurang 1 hari. Selain untuk menanggulangi berbagai masalah yang dihadapi masyarakat dan mempunyai peran dalam memperbaiki kualitas hidup bermasyarakat. pengaruh PKK terhadap kondisi sosial ekonomi perempuan di nagari akan mampu membuat perekonomian di nagari menjadi lebih baik seperti pelatihan tata rias, tata busana, pengolahan makanan ringan dan sebagainya. Adanya PKK ini mampu membuat masyarakat menjadi lebih kreatif dalam berwiraswasta dan mampu menghilangkan kebodohan dan keterbelakangan  pendidikan.

Tujuan :
meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Padang Pariaman, khususnya  mempermudah pengurusan
Kartu Identitas Anak (KIA) yang berkolaborasi dengan PKK.

Manfaat :

    1. 1. Lebih mudahnya dalam pengumpulan data kependudukan dibawah 17 tahun
    2. 2. Lebih mudahnya dalam melakukan evaluasi perencanaan pembangunan daerah
    3. 3. Dapat meningkatkan kinerja akuntabilitas pemerintah daerah


 

LAYAR PERAK

LAYAR PERAK (Layanan Terpadu Perempuan dan Anak)

 

Latar Belakang :
Kejahatan seksual merupakan suatu problematika yang kenyataannya terjadi dalam kehidupan masyarakat. Kejahatan seksual itu sendiri mencakup perzinahan, pemerkosaan, pencabulan maupun pelecehan seksual. Di Indonesia,
Khususnya di Kabupaten Padang Pariaman, kasus kejahatan seksual merupakan sebuah kasus yang patut menjadi perhatian kita bersama karna apabila dibiarkan maka kasus ini semakin terus meningkat setiap bulannya. Dan yang menjadi korbannya pun bukanlah orang dewasa melainkan remaja, anak-anak yang masih sangat membutuhkan kasih sayang dan perhatian yang cukup besar dari keluarga maupun masyarakat. Karena perlu diketahui bahwa anak merupakan sebagai generasi muda yang akan meneruskan cita-cita luhur bangsa, calon-calon pemimpin bangsa dimasa mendatang dan sebagai sumber harapan bagi generasi terdahulu, yang dimana perlu mendapatkan kesempatan yang seluasluasnya untuk tumbuh dan berkembang dengan wajar baik secara rohani, jasmani dan sosial.

Permasalahan :
Dinas kependudukan dan pencatatan sipil bersama Dinas Sosial Pemberdayaaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DinsosP3A) bersama P2TP2A melahirkan sebuah inovasi baru yang disebut dengan nama “LAYAR PERAK” (Layanan Terpadu Bagi Perempuan dan Anak) yang ada di Kabupaten Padang Pariaman dalam rangka melindungi hak idenstitas diri masyarakat dalam meningkatkan kepemilikan dokumen kependuduk dan pencatatan sipil.

Tujuan :

  1. 1. Memberikan pelayanan dan Meningkatkan kepemilikan dokumen kependudukan dan akte-akte pencatatan sipil bagi ibu dan anak korban kekerasan dan pelecehan seksual , seperti akta kelahiran dan Kartu Identitas Anak (KIA) bagi Bayi yang dilahirkan dari korban pemerkosaan, Serta dokumen kependudukan (KK) dan KTP-el perubahan status bagi ibu-ibu korban pemerkosaan.
  2. 2. Memberikan edukasi mengenai arti penting Pemutakhiran Data Penduduk. Peningkatan kesadaran penduduk untuk melaporkan setiap terjadi perubahan peristiwa kependudukan dan peristiwa penting yang dialami oleh setiap penduduk, Pelaksanaan Pemutakhiran Kartu Keluarga sebagai data induk penduduk secara berkala

 

Manfaat : 

  1. 1. Mempermudah masyarakat dalam memperoleh dokumen kependudukan.
  2. 2. Dengan meningkatnya kesadaran penduduk untuk melaporkan setiap terjadi perubahan peristiwa kependudukan dan peristiwa penting yang dialami oleh setiap penduduk akan menciptakan  database kependudukan yang valid dan bisa dimanfaatkan untuk perencanaan pembangunan serta perencanaan keuangan.

DUKCAPIL PLUS

Dukcapil PLUS ( Dukcapil Pelayanan Lanjut Usia )

Latar belakang :
Penduduk Lansia atau Penduduk Lanjut Usia adalah kaum minoritas yang sangat membutuhkan pertolongan orang lain dalam melanjutkan kehidupannya. Untuk itu perlu perhatian khusus dari warga setempat disertai komitmen perlindungan dari pemerintah berupa kemudahan dalam mengakses kebutuhan dasar seperti perumahan, kesehatan, pendidikan dan jaminan sosial, salah satunya dalam memperoleh Dokumen Kependudukan dan Akta Pencatatan Sipil.

Memperoleh dokumen kependukan merupakan Hak dasar penduduk, pemerintah berkewajiban memberikan perlindungan dan pengakuan terhadap penentuan status pribadi dan status hukum atas setiap Peristiwa Kependudukan dan Peristiwa Penting yang dialami penduduk. Berdasarkan pasal 26 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi kependudukan bahwa Penduduk yang tidak mampu melaksanakan sendiri pelaporan terhadap Peristiwa Kependudukan yang menyangkut dirinya sendiri dapat dibantu oleh Instansi Pelaksana atau meminta bantuan kepada orang lain.

Tujuan :
Belum tercapainya target 99,2% perekaman KTP EL dan kepemilikan akta lahir 95% salah satu penyebabnya adalah ketidakmampuan penduduk menuju tempat pelayanan keterbatasan akses ke tempat pelayanan baik karena biaya maupun waktu. Mereka tidak mampu melaksanakan pelaporan karena pertimbangan umur.

Memberikan kemudahan dalam mengakses kebutuhan dasar seperti perumahan, kesehatan, pendidikan dan jaminan sosial merupakan kewajiban Pemerintah Daerah. Untuk memperoleh kebutuhan dasar tentunya harus memiliki dokumen kependudukan. Pelayanan TdS bertujuan memecahkan masalah pelayanan yang kurang optimal kepada kaum minoritas selama ini. Selain itu tujuan dari Inovasi ini bagi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil adalah untuk meningkatkan persentase capaian Kartu Keluarga, KTP-el, KIA dan Akta Kelahiran yang menjadi Indikator Kinerja Utama bagi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Penduduk Lansia selama ini terkendala dalam memperoleh dokumen kependudukan merupakan target yang diharpkan memperoleh manfaat dari inovasi ini.

Manfaat :
Inovasi Dukcapil PLUS ( Dukcapil Pelayanan Lanjut Usia ) mendorong perubahan-perubahan yang bergeser ke arah pembangunan berkelanjutan yang berdasarkan hak asasi manusia dan kesetaraan untuk mendorong pembangunan sosial, ekonomi dan lingkungan hidup. Tds dijalankan dengan prinsip-prinsip universal, integrasi dan inklusif untuk meyakinkan bahwa tidak akan ada seorang pun yang terlewatkan lansia yang belum perekaman dan belum memiliki dokumen kependudukan. Sehingga kesempatan pemeliharaan kesehatan, pemberian jaminan sosial dan pendidikan bagi mereka sulit dilaksanakan. Dengan inovasi ini, memudahkan mereka mendapatkan hak dasar seperti dokumen kependudukan yang secara tidak langsung akan menumbuhkan kehidupan dan ekonomi berkualitas melalui keberlanjutan peluang kerja dan usaha, inovasi, energi bersih yang terjangkau dan didukung kemitraan. Inovasi ini melibatkan masyarakat, LSM dan petugas nagari, dan Panti Sosial berhasil mengatasi administrasi yang berbelit dalam proses pelayanan administrasi kependudukan. Layanan ini menyasar target group yang tepat dan pastinya mengurangi biaya bagi penyelenggara dan pengguna layanan publik.

Dari sisi pemerintah, pelayanan stelsel aktif ini berhasil meningkatkan kepemilikan dokumen kependudukan berkualitas yang berguna untuk pengambilan kebijakan skala kabupaten dan meningkatkan Indeks Kepuasan Masyarakat.

PESAN BUNDA

PESAN BUNDA (PELAYANAN ISTBAT NIKAH BERKOLABORASI UNTUK DATA YANG AKURAT)

Latar belakang :
Isbat nikah merupakan proses penetapan pernikahan dua orang suami isteri, tujuan dari isbat nikah adalah untuk mendapatkan akta nikah sebagai bukti sahnya perkawinan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia, misalkan dalam UU No. 1 Tahun 1974 pasal 2 ayat (1) Pasal 2 ayat (2). Perkawinan adalah sah, apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu.Tiap-tiap perkawinan dicatat menurut perundang-undangan yang berlaku.

Pemasalahan :
Faktor ekonomi masyarakat Kabupaten Padang Pariaman sangat berpengaruh dalam melaporkan perkawinan tercatat di Kantor Urusan Agama. Sehingga jumlah pernikahan tidak tercatat sangat banyak terdapat di Kabupaten  Padang Pariaman. Hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan masyarakat untuk melaporkan perkawinannya di KUA. Selain dari itu, masyarakat merasa enggan melaporkan perkawinan tidak tercatatnya ke
Pengadilan Agama, disebabkan jarak yang ditempuh sangat jauh dan memakan waktu yang lama.

Tujuan :

  1. a. mempermudah masyarakat melaporkan perkawinannya;
  2. b. tercatatnya data perkawinan dengan tertib
  3. c. sebagai bukti hukum atau legalitas bahwa seseorang benar telah kawin tercatat;
  4. d. mewujudkan data base kependudukan yang valid, karena dengan dilaporkannya perkawinan tercatat maka data penduduk yang belum melaporkan status perkawiannya akan menjadi tertib administrasi.

Manfaat :

  1. a. tercatatnya data perkawinan dengan tertib
  2. b. mempermudah masyarakat melaporkan perkawinannya ke Dinas Dukcapil
  3. c. mendukung validasi data kependudukan;
  4. d. sebagai bukti hukum atau legalitas bahwa seseorang benar telah kawin tercatat;

 

Hasil Inovasi :

  1. a. Memudahkan masyarakat dalam memperoleh status perkawinan tercatat
  2. b. Melancarkan proses pengurusan dokumen kependudukan

BUPOKARI

Bupokari (Buku Pokok Pemakaman Nagari)

Latar Belakang :
K
ematian adalah salah satu fase dalam siklus kehidupan manusia yang pasti akan dihadapi dan dialami oleh seluruh manusia. Setiap manusia yang memiliki jiwa pasti akan mati karena kematian merupakan pengalaman manusia yang bersifat universal. Tidak ada satu manusia pun, baik dulu, sekarang, maupun yang akan datang, yang dapat menghindari kematian. Kematian adalah keniscayaan yang pasti datang pada setiap individu manusia di mana pun dan kapan pun. Hampir setiap manusia percaya bahwa cepat atau lambat kematian akan menghampiri. Tidak ada keraguan dan tidak ada perbedaan keyakinan di antara manusia terkait kematian karena kematian adalah fenomena umum yang terjadi di setiap budaya dan di setiap zaman. yang berbeda hanyalah bagaimana respon manusia terhadap datang nya kematian yang disebabkan oleh perbedaan keyakinan, adat, dan budaya manusia.

Permasalahan :
kurangnya kesadaran masyarakat tentang kegunaan akta kematian. Masyarakat membuat akta kematian apabila ada kebutuhan mendesak saja, misalnya untuk pengurusan klaim asuransi dan warisan.

 

Tujuan :

  1. 1. mempermudah pengajuan akta kematian bagi petugas nagari;
  2. 2. tercatatnya data kematian warga dengan tertib;
  3. 3. sebagai bukti hukum atau legalitas bahwa seseorang benar telah meninggal dunia;
  4. 4. sebagai data statistik dan hayati untuk memantau penyebab kematian, angka harapan hidup serta penetapan kebijakan pembangunan lainnya; dan
  5. 5. memberikan kepastian terhadap hubungan nasab orang tua dengan anak, wali anak, sepeninggal almarhum serta hubungan sosial ekonomi yang lain seperti klaim asuransi, dana tabungan dan asuransi pegawai negeri hingga dana pensiun.
  6. 6. mewujudkan data base kependudukan yang valid, karena dengan diterbitkan akta kematian maka data penduduk yang meninggal tersebut tdak akan muncul di database kependudukan.

 

Manfaat :

  1. a. Tertatanya rekapitulasi data kematian di nigari
  2. b. Mempermudah petugas nagari melporkan data kematian ke Dinas Dukcapil
  3. c. mendukung validasi data kependudukan;
  4. d. mendukung peningkatan kepemilikan akta kematian sebagai salah satu hak waris; dan
  5. e. mempermudah ahli waris untuk mendapatkan pengurusan layanan lainnya.

STOP PELAKOR

Stop Pelakor (Solusi Jitu Up to Date Pendataan Penduduk Melalui Pelaporan Kematian oleh Wali Korong) Penerapan

Latar Belakang :
Peristiwa kematian adalah salah satu fase dalam siklus kehidupan manusia yang pasti akan dihadapi dan dialami oleh seluruh manusia. Setiap manusia yang memiliki jiwa pasti akan mati karena kematian merupakan pengalaman manusia yang bersifat universal. Tidak ada satu manusia pun, baik dulu, sekarang, maupun yang akan datang, yang dapat menghindari kematian.
Kematian adalah keniscayaan yang pasti datang pada setiap individu manusia di mana pun dan kapan pun. Hampir setiap manusia percaya bahwa cepat atau lambat kematian akan menghampiri. Tidak ada keraguan dan tidak ada perbedaan keyakinan di antara manusia terkait kematian karena kematian adalah fenomena umum yang terjadi di setiap budaya dan setiap zaman. yang berbeda hanyalah bagaimana respon manusia terhadap datangnya kematian yang disebabkan oleh perbedaan keyakinan, adat, dan budaya manuia.
 

Permasalahan :
Berdasarkan Undang-undang nomor 24 Tahun 2013 pasal 44 ayat (1) “Setiap kematian wajib dilaporkan oleh ketua rukun tetangga atau nama lainnya di domisili penduduk kepada instansi pelaksana paling lambat 30 ( tiga puluh ) hari sejak tanggal kematian”. Yang berarti bukan lagi keluarganya yang melaporkan ke instansi terkait.

 

Tujuan :
 

  1. a. mempermudah wali Korong mendata warganya yang meninggal dunia;
  2. b. tercatatnya data kematian warga dengan tertib;
  3. c. sebagai bukti hukum atau legalitas bahwa seseorang benar telah meninggal dunia;
  4. d. sebagai data statistik dan hayati untuk memantau penyebab kematian, angka harapan hidup serta penetapan kebijakan pembangunan lainnya; dan
  5. e. memberikan kepastian terhadap hubungan nasab orang tua dengan anak, wali anak, sepeninggal almarhum serta hubungan sosial ekonomi yang lain seperti klaim asuransi, dana tabungan dan asuransi pegawai negeri hingga dana pensiun.
  6. f. mewujudkan data base kependudukan yang valid, karena dengan diterbitkan akta kematian maka data penduduk yang meninggal tersebut tdak akan muncul di database kependudukan. 

 


Manfaat :

  1. a. Tertatanya rekapitulasi data penduduk di masing-masing korong
  2. b. Mempermudah wali korong melaporkan data kematian ke nagari, yang selanjutnya diajukan permohonan penerbita akta kematian ke Dinas Dukcapil
  3. c. mendukung validasi data kependudukan;
  4. d. mendukung peningkatan kepemilikan akta kematian sebagai salah satu hak waris; dan
  5. e. mempermudah ahli waris untuk mendapatkan pengurusan layanan lainnya

 

Hasil : 

  1. 1. Memudahkan masyarakat dalam memperoleh dokumen akta kematian
  2. 2. Melancarkan proses pengurusan dokumen kependudukan

PENCAK SILAT

PENCAK SILAT (Pencatatan Kematian Terintegrasi Menghasilkan Data yang Akurat) Penerapan

 

Pencak Silat adalah inovasi dari Disdukcapil Kabupaten Padang Pariaman yang bekerja sama dengan nagari  se- Kabupaten Padang Pariaman. Pencak Silat ini dibuat karena kurang antusiasnya masyarakat untuk melaporkan peristiwa kematian warganya serta kurangnya kesadaran masyarakat tentang kegunaan akta kematian. Masyarakat membuat akta kematian apabila ada kebutuhan mendesak saja, misalnya untuk pengurusan klaim asuransi dan warisan.
Pelayanan pencak silat
 dilakukan dengan maksud untuk mendata masyarakat yang telah meninggal dunia saat ini maupun tahun sebelumnya yang masih terdata dalam database kependudukan.  

 

Tujuan :

  1. 1. mempermudah pengajuan akta kematian bagi petugas nagari;
  2. 2. tercatatnya data kematian warga dengan tertib;
  3. 3. sebagai bukti hukum atau legalitas bahwa seseorang benar telah meninggal dunia;
  4. 4. sebagai data statistik dan hayati untuk memantau penyebab kematian, angka harapan hidup serta penetapan kebijakan pembangunan lainnya; dan
  5. 5. memberikan kepastian terhadap hubungan nasab orang tua dengan anak, wali anak, sepeninggal almarhum serta hubungan sosial ekonomi yang lain seperti klaim asuransi, dana tabungan dan asuransi pegawai negeri hingga dana pensiun.
  6. 6. mewujudkan data base kependudukan yang valid, karena dengan diterbitkan akta kematian maka data penduduk yang meninggal tersebut tdak akan muncul di database kependudukan.

 

Manfaat :

  1. 1. Tertatanya rekapitulasi data kematian di nigari
  2. 2. Mempermudah petugas nagari melporkan data kematian ke Dinas Dukcapil
  3. 3. mendukung validasi data kependudukan;
  4. 4. mendukung peningkatan kepemilikan akta kematian sebagai salah satu hak waris; dan
  5. 5. mempermudah ahli waris untuk mendapatkan pengurusan layanan lainnya.

DUKCAPIL MANDIRI

DUKCAPIL MANDIRI (Dukcapil Mengupdate Data Kependudukan Nagari)

Latar Belakang :
Data adalah kumpulan informasi yang mengandung arti. Data diperlukan untuk hal-hal yang besifat pengukuran, pencatatan, pengambil keputusan, pengumpulan infomrasi dan masih banyak lagi.
Data sangat dibutuhkan karena informasi yang ada didalamnya memiliki informasi yang sangat penting baik untuk masa kini maupun masa yang akan datang, sedangkan database adalah suata kumpulan data-data yang disusun sedemikian rupa sehingga membentuk informasi yang sangat berguna.

Permasalahan :
Validasi data penduduk ini dimulai dari tingkat yang lebih rendah yaitu Desa atau sebutan lain Nagari untuk Daerah Sumatera Barat yang sangat berguna sekali untuk perencanaan pembangunan di Kab Padang Pariaman. Agar tercapainya validasi data penduduk Nagari yang ada di Kabupaten Padang Pariaman

Tujuan :

  1. 1. Meningkatkan Update data-data penduduk dimasing-masing nagari yang ada di Kab Padang Pariaman dengan cara memberikan buku induk penduduk kepada masing-masing nagari melalui Prisma Nagari (Pusat Riset Statistik Manajemen Penduduk Nagari) yang berkolaborasi dengan Bidang PIAK selaku memegang akses data-data penduduk dan di sinkronkan dengan data prisma Dukcapil
  2. 2. Memberikan edukasi mengenai arti penting Pemutakhiran Data Penduduk. Peningkatan kesadaran penduduk untuk melaporkan setiap terjadi perubahan peristiwa kependudukan dan peristiwa penting yang dialami oleh setiap penduduk, Pelaksanaan Pemutakhiran Kartu Keluarga sebagai data induk penduduk secara berkala
  3. 3. Meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Padang Pariaman, khususnya mempermudah Update data-data masyarakat dalam dokumen kependudukan.

 

Manfaat :

  1. 1. Mempermudah bagi lembaga penguna untuk mengakses dan memanfaatkan data penduduk secara cepat dan akuntabel.
  2. 2. Dengan meningkatnya kesadaran penduduk untuk melaporkan setiap terjadi perubahan peristiwa kependudukan dan peristiwa penting yang dialami oleh setiap penduduk akan menciptakan  database kependudukan yang valid dan bisa dimanfaatkan untuk perencanaan pembangunan serta perencanaan keuangan.

GASAK

GASAK (Gerakan Anak Sadar Administrasi Kependudukan)

Latar Belakang :
Instruksi Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 470/837/SJ tentang Gerakan Indonesia Sadar Admistrasi Kependudukan. Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan atau disingkat GISA adalah Sebuah gerakan untuk membangun ekosistem pemerintahan yang sadar akan pentingnya administrasi kependudukan. Undang- Undang No. 24 tahun 2013 tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 23 tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan yang telah disahkan oleh DPR RI pada tanggal 26 November 2013 merupakan perubahan yang mendasar di bidang adminduk serta dasar hukum dari gerakan indonesia sadar administrasi kependudukan atau GISA. tujuan utama dari gerakan ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat di bidang administrasi kependudukan menuju pada masyarakat yang tertib, pemerintahan yang efektif dan efisien serta negara yang memiliki daya saing. Target dari program Gisa yaitu masyarakat, Aparatur Petugas pelayanan admindukcapil, lembaga Pengguna (Pemerintah dan Swasta) serta diterapkan mulai dari tingkat desa atau kelurahan, kecamatan, kabupaten atau kota, provinsi, dan berpuncak di tingkat nasional Indonesia.

 

Permasalahan. :
Upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan cara pendekatan kepada anak-anak dalam memberikan edukasi mengenai program Sadar administrasi Kependudukan.
Kualitas pelayanan berhubungan dengan terpenuhinya harapan atau kebutuhan pelanggan, dimana pelayanan dikatakan berkualitas apabila dapat menyediakan produk dan jasa (pelayanan) sesuai dengan kebutuhan dan harapan pelanggan.

Tujuan :

  1. 1.. Menciptakan edukasi yang menarik kepada anak-anak tentang sadar akan kepemilikan dokumen kependudukan: Peningkatan perilaku tertib administrasi kependudukan dilingkungan keluarga, satuan pendidikan, satuan kerja dan komunitas masyarakat,
    Pemenuhan kepemilikan dokumen kependudukan yang diperlukan oleh setiap penduduk, Peningkatan nilai guna dokumen kependudukan bagi berbagai pelayanan publik, Pencapaian target kinerja pemerintah daerah di bidang penerbitan dokumen kependudukan sesuai target nasional yang telah ditentukan,
  2. 2. Menciptakan edukasi sadar akan  Pemutakhiran Data Penduduk: Peningkatan kesadaran penduduk untuk melaporkan setiap terjadi perubahan peristiwa kependudukan dan peristiwa penting yang dialami oleh setiap penduduk, Pelaksanaan pemutakhiran Kartu Kleuarga sebagi data induk penduduk secara berkala, Pelaksanaan konsolidasi data penduduk secara tertib dan teratur melalui aplikasi Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK).

 

Manfaat :

  1. 1. Meningkatkan kepemilikan dokumen kependudukan
  2. 2. Meningkatkan kualitas pelayanan publik, karena lebih mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.