Padang Pariaman, 5 Juli 2019

sipakem.jpgDinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil berkomitmen meningkatkan pencatatan kelahiran dan kematian berdasarkan penyebab penyakit. Pencatatan ini akan memberikan manfaat bagi dua Organisasi Perangkat Daerah yaitu Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil serta Dinas Kesehatan. Mewujudkan komitmen ini, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil melakukan bimbingan teknis kepada 25 orang pengelola kesehatan Ibu dan anak (KIA) disetiap puskesmas di Kabupaten Padang Pariaman. Bimbingan teknis yang diberikan terkait dengan inovasi yang telah dibangun Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil yang diberi nama SiPakem (Sistem Pelaporan Kelahiran dan Kematian).

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Muhammad Fadhly menjelaskan bahwa SiPakem adalah bagian dari sistem e-Life, sebuah sistem yang sedang dirancang untuk pencatatan data semua aspek kehidupan masyarakat Padang Pariaman berbasis Nomor Induk Keoendudukan yang ada hubungannya dengan program-program pemerintah. “Pencatatan kelahiran dan kematian dengan penyebab penyakit menjadi bagian dari PS2H (Pencatatan Sipil dan Statistik Hayati) yang harus didukung oleh semua pihak. Disdukcapil dalam hal ini mendukung pendataan berbasiskan Nomor Induk Kependudukan,”jelas Muhammad Fadhly yang setahun lalu mengikuti Short Course PS2H/CRVS di Korea Selatan.

Pada kesempatan tersebut, sebanyak 25 pengelola KIA dan staf Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman mendapatkan bimtek tentang penggunaan aplikasi SiPakem. Aplikasi ini mencakup proses input pelaporan kelahiran dan kematian dan saat ini juga dikembangkan untuk pengisian data kohort ibu yang merupakan catatan mulai usia kehamilan.

Kepala Dinas Kesehatan Yutiardi sangat mendukung program ini, dimana akan memudahkan pekerjaan petugas kesehatan di nagari dengan menggunakan aplikasi. “Saat ini petugas kita masih bekerja secara manual menggunakan kertas, dengan aplikasi ini akan lebih mudah dan cepat,” jelas Yutiardi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman.

Dinas kependudukan dan Pencatatan Sipil terus mengembangkan berbagai aplikasi yang memanfaatkan data dalam pelayanan publik.